MAKASSAR, FAJAR –Laga besar akan tersaji di Parepare. PSM akan menjamu Bali United.
Ini sekaligus ujian terakhir bagi PSM Makassar pada putaran pertama Super League. Pasukan Ramang akan menjamu Bali United di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Jumat, 9 Januari 2025.
Pada pertandingan ini, PSM harus mendulang kemenangan. Jika kalah, mereka akan menutup paruh musim dengan bertengger di papan tengah bahkan papan bawah. Memang butuh perjuangan keras untuk misi itu.
Suporter PSM Makassar, Rizal menilai, kemenangan bukan sekadar penting, tetapi menjadi pembuktian bagi Tomas Trucha atas janji evaluasi yang ingin dia lakukan. Jika masih saja kalah, artinya PSM telah kalah empat kali beruntun.
”Jadi saya kira ini bukan sekadar kemenangan saja, tetapi juga pembuktian bagi pelatih bahwa evaluasi yang dia janjikan itu benar–benar dilakukan,” ujar Rizal, kemarin.
Bali United bukan klub yang mudah dikalahkan. Sehingga, kemenangan nanti bisa menjadi bukti bahwa PSM benar-benar sudah berbenah dari berbagai kesalahan yang terjadi sebelumnya.
Berdasarkan statistik, PSM memang kalah jauh dari Bali. Dari total 22 pertemuan, PSM hanya tujuh kali menang. Selebihnya imbang enam kali dan menelan kekalahan dalam sembilan pertandingan.
Bahkan dalam lima pertemuan terakhir saja, PSM tidak sekali pun mampu memenangkan pertandingan. Mereka kalah tiga kali dan berbagi poin dalam dua laga lainnya.
”Ini pembuktian. Karena kalau menang, teman-teman suporter juga pasti merasa sedikit lega. Karena Bali ini bukan klub yang mudah dikalahkan juga, kan,” lanjutnya.
Tunggu Bukti
Pelatih PSM Tomas Trucha telah berjanji akan melakukan evaluasi. Hal itu bahkan disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk pertandingan terakhir melawan Borneo FC.
Kata dia, hal-hal yang harus diantisipasi adalah bola servis dari lawan. Termasuk eksekusi akhir yang dianggap sangat sulit diselesaikan oleh anak asuhnya sendiri.
”Kami tentu akan melakukan evaluasi. Kami juga punya peluang, namun kami tidak bisa melakukan eksekuai akhir dengan baik. Pertandingan sebelumnya juga sama, bahkan kami selalu kalah dalam servis bola mati,” terangnya.
Statistik kedua tim mengarungi Super League musim ini memang berbeda. Bali lebih unggul dengan berada di ke-8 klasemen dengan 24 poin. Sedangkan PSM bertengger di posisi ke-10 klasemen dengan 19 poin.
Laga besok akan menjadi ujian bagi skuad Juku Eja, julukan PSM, apakah bisa menambah poin dan mendekati Bali United, atau bahkan takluk lagi di kandang sendiri.
(wid/zuk)



