Menkes Soroti Risiko Campak di Pengungsian Bencana Sumatra

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya risiko penularan campak di lokasi pengungsian bencana Sumatra yang masih menampung ratusan ribu warga terdampak. Kondisi pengungsian yang padat dinilai berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular, terutama pada anak-anak.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan penyakit secara harian melalui sistem pelaporan terintegrasi. 

Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menyesuaikan distribusi obat-obatan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan di lapangan. Hal itu disampaikan Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di BNPB.

"Pemantauan kita lakukan setiap hari, dan obat-obatan disesuaikan dengan jenis penyakit yang ditemukan di pengungsian," ujar Budi dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga: Menkes: Penanganan Bencana Harus Sentuh Kesehatan Fisik dan Mental

Berdasarkan data Kemenkes, penyakit yang paling banyak ditemukan di lokasi pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare. Selain penyakit umum tersebut, Kemenkes memberi perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.

"Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang paling kita takutkan adalah campak," ucapnya.

Kemudian ia menjelaskan, campak memiliki tingkat penularan yang sangat cepat dan berisiko menimbulkan wabah di lingkungan pengungsian yang padat. Saat ini, Kemenkes telah mendeteksi kasus campak di lima kabupaten terdampak bencana di Sumatra.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pemerintah segera menjalankan program imunisasi khusus yang mulai dilaksanakan sejak pekan ini. Program tersebut difokuskan pada anak-anak di pengungsian serta wilayah dengan risiko penularan tinggi.

Menkes menegaskan, upaya pencegahan penyakit menular merupakan bagian penting dari penanganan bencana, agar kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan berjalan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tambah Utang Rp 736,3 Triliun di 2025
• 21 jam lalumerahputih.com
thumb
Gerindra Hormati Keputusan Demokrat yang Kini Dukung Pilkada Melalui DPRD
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Meneguhkan Daulat Rakyat Lewat Pilkada Langsung
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pelunasan Jemaah Haji di Aceh, Sumut, Sumbar Lebih dari 80 Persen
• 23 jam laluidntimes.com
thumb
Keberatan dengan Eksepsi Nadiem, Jaksa: Tak Perlu Cari Simpati dan Giring Opini
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.