China Berpotensi Kehilangan Pasokan Minyak Venezuela Setelah AS Stop Pengiriman

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

China terancam tak mendapat pasokan minyak dari Venezuela usai AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan menghentikan pengiriman minyak ke Asia.

Kondisi ini memaksa kilang independen China atau teapots melirik Iran, Rusia, dan Irak sebagai sumber pengganti pasokan utama.

Mengutip Reuters pada Kamis (8/1), kesepakatan antara Caracas dan Washington untuk mengekspor hingga USD 2 miliar minyak mentah Venezuela ke AS diperkirakan akan memangkas aliran pasokan ke China.

Padahal, selama ini Venezuela menjadi salah satu pemasok penting minyak diskon bagi kilang independen Negeri Tirai Bambu.

"Drama Venezuela paling memukul kilang independen China, karena mereka bisa kehilangan akses ke barel berat yang didiskon," kata analis Sparta Commodities, June Goh.

"Namun karena ada pasokan Rusia dan Iran yang melimpah serta barel Venezuela yang masih di laut, kami tidak memandang teapots perlu menaikkan penawaran untuk barel non-sanksi karena secara ekonomi kemungkinan tidak masuk akal," sambungnya.

Menurut situs pelacak perdagangan komoditi global, Kpler, China mengimpor sekitar 389.000 barel per hari minyak Venezuela sepanjang 2025, atau sekitar 4 persen dari total impor minyak mentah lewat laut.

Namun, sejak 1 Januari 2026, pemuatan minyak untuk tujuan Asia di pelabuhan utama Venezuela dilaporkan berhenti.

Meski demikian, pasokan Venezuela di atas kapal yang sudah berlayar ke Asia masih cukup untuk memenuhi sekitar 75 hari kebutuhan China. Analis senior Kpler, Xu Muyu, mengatakan kondisi ini membatasi kenaikan harga alternatif dalam jangka pendek.

Teapots yang selama ini mengandalkan minyak Venezuela diperkirakan akan mulai beralih ke pasokan Rusia dan Iran pada Maret dan April. Selain itu, China juga dapat memanfaatkan sumber non-sanksi seperti Kanada, Brasil, Irak, dan Kolombia.

Di pasar, minyak Iranian Heavy menjadi alternatif termurah dengan diskon sekitar USD 10 per barel terhadap ICE Brent dan pasokan yang melimpah. Sementara itu, minyak Timur Tengah seperti Basrah dari Irak juga mulai dilirik sebagai opsi pengganti oleh para pembeli.

"Pembeli belum mulai mencari alternatif," kata sumber perdagangan.

Di sisi lain, diskon minyak Kanada seperti Cold Lake dan Access Western Blend yang diekspor melalui pipa Trans Mountain melebar menjadi USD 4-USD 5 per barel terhadap ICE Brent untuk pengiriman April ke China, seiring ekspektasi melemahnya permintaan AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Klub Liga Indonesia Tertarik Mendatangkan Radja Nainggolan
• 19 jam lalubola.com
thumb
Pemkab Sumbawa Siapkan 20 Hektare Lahan untuk Sekolah Garuda, Program Strategis Pendidikan Nasional
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Purbaya soal Diskon Tarif Listrik Daerah Bencana: Belum Sampai ke Saya
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
MNC Peduli Salurkan 30 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Beri Bonus Atlet SEA Games 2025: Peraih Medali Emas Rp 1 Miliar, Perunggu Rp 157 Juta
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.