Jakarta, VIVA – Sebuah peristiwa tak biasa terjadi di dunia penerbangan dan mendadak menyita perhatian publik. Seorang perempuan yang menyamar sebagai pramugari Batik Air berhasil lolos pemeriksaan awal dan naik pesawat layaknya awak kabin sungguhan.
Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari netizen.
Kejadian ini pertama kali mencuat setelah akun Instagram @jabodetabek24info mengunggah video yang memperlihatkan seorang perempuan berseragam pramugari tengah diamankan oleh petugas keamanan.
Dalam tayangan tersebut, perempuan itu tampak mengenakan seragam batik putih khas salah satu maskapai di Indonesia.
Penampilannya dibuat sangat meyakinkan, mulai dari rambut yang dicepol rapi, koper yang dibawa, hingga sikap percaya diri saat berada di area bandara.
Berdasarkan informasi yang beredar, perempuan yang belakangan diketahui bernama Nisya tersebut melakukan perjalanan udara dengan rute Palembang (PLM) menuju Jakarta (CGK).
Ia membeli tiket pesawat sendiri seperti penumpang pada umumnya. Karena memiliki boarding pass yang sah, ia pun dapat melewati proses pemeriksaan awal tanpa kendala.
“Saat proses boarding, yang bersangkutan lolos karena memiliki boarding pass. Namun, ketika berada di dalam pesawat dan ditanya oleh crew aktif, jawabannya ngawur dan tidak sinkron dengan standar pramugari,” tulis keterangan pada unggahan itu, dikutip Kamis 8 Januari 2026.
Kecurigaan mulai muncul ketika Nisya sudah berada di dalam kabin pesawat. Awak kabin resmi merasa ada kejanggalan saat berinteraksi dengannya. Jawaban-jawabannya dinilai tidak sesuai dengan pengetahuan dan prosedur yang seharusnya dikuasai oleh seorang pramugari aktif.
Setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, kecurigaan tersebut langsung ditindaklanjuti.
“Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, petugas yang sudah menunggu pun langsung melakukan pemeriksaan,” tulis keterangan akun tersebut.
Saat itu, Nisya masih bersikeras mengaku sebagai pramugari yang sedang tidak bertugas dan bahkan menunjukkan kartu identitas yang keasliannya diragukan, yang disebut-sebut sebagai “ID 150 Masehi”.
Petugas Aviation Security (Avsec) kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Setelah ditelusuri, rupanya perempuan tersebut mengaku pernah melamar menjadi pramugari Batik Air namun tidak lolos seleksi. Rasa malu kepada keluarga di Palembang membuatnya nekat mengenakan seragam pramugari palsu saat terbang ke Jakarta, seolah-olah ia telah resmi bekerja.



