Sepinya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, kini menghadirkan pemandangan yang tak biasa.
Bandara berukuran besar yang digadang-gadang menjadi gerbang udara Jawa Barat itu justru ramai dikunjungi warga untuk berekreasi.
Saat ini, aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati hanya berlangsung dua kali dalam sepekan. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk datang bersama keluarga, sekadar bersantai hingga makan bersama di area bandara.
Pantauan kumparan, Rabu (7/1/2026), sejumlah rombongan warga tampak berdatangan menggunakan mobil elf hingga kendaraan odong-odong. Mereka menggelar tikar di area parkir bandara yang teduh oleh pepohonan.
Bekal makanan dibawa dari rumah dan disantap sambil bercengkerama dalam suasana yang jauh dari hiruk-pikuk.
Tak sedikit pula warga yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk hiburan lain, seperti bernyanyi dangdut sambil melakukan siaran langsung di media sosial TikTok.
Salah seorang warga asal Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Mimi Mpit (44), mengaku cukup sering berkunjung ke Bandara Kertajati. Ia datang bersama keluarga besar dan tetangganya menggunakan odong-odong.
“Ke sini dalam rangka syukuran, jalan-jalan sama keluarga dan tetangga. Mau makan-makan,” ujar Mimi.
Menurutnya, suasana sejuk dan sepinya bandara menjadi alasan utama memilih Kertajati sebagai tempat rekreasi. Namun, di balik kenyamanan itu, Mimi menyimpan rasa prihatin terhadap kondisi bandara yang minim aktivitas penerbangan.
“Sayang bandaranya, besar, tapi sepi. Pengennya pulih lagi, ramai, banyak penerbangan. Sayang kan udah dibangun,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Tasipin (37), warga Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu. Ia datang bersama keluarga untuk mencari hiburan sekaligus melepas kejenuhan.
“Di sini sepi, gak ramai, jadi nyaman buat aktivitas sama keluarga. Tapi ya sebenarnya sedih juga lihat bandara sebesar ini jarang ada pesawat,” ucap Tasipin, Rabu (7/1/2026).
Tasipin dan keluarganya membawa bekal makanan sendiri karena hampir seluruh gerai makanan di Bandara Kertajati sudah tutup. Saat ini, hanya satu minimarket yang masih beroperasi di area bandara.
Kondisi tersebut menjadi potret lain dari minimnya pergerakan penumpang di BIJB Kertajati. Meski demikian, pihak pengelola bandara mempersilakan warga untuk berkunjung dengan tetap membatasi area yang boleh diakses.
Kata BIJBExecutive General Manager BIJB, Nuril Huda Mahmudan, mengatakan warga diperbolehkan datang ke bandara selama berada di area publik seperti halaman parkir dan lobi.
“Kita tidak melarang warga untuk berwisata atau berkunjung ke bandara selama sesuai aturan. Boleh di wilayah yang diperkenankan seperti parkir dan lobi karena itu public area. Tapi kalau masuk ke terminal dan ruang tunggu, harus izin ke petugas bandara,” kata Nuril.
Sepinya Bandara Kertajati kini bukan hanya tercermin dari minimnya jadwal penerbangan, tetapi juga dari berubahnya fungsi bandara tersebut dari simpul transportasi udara menjadi ruang rekreasi alternatif bagi warga sekitar.




