Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Kenaikan produksi beras nasional dan surplus ekspor memperkuat ketahanan pangan serta kontribusi PDB secara signifikan.
Sektor pertanian Indonesia menunjukkan performa luar biasa sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan sejumlah rekor produksi dan penguatan ekspor.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, sektor ini kini menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional di tengah tantangan pangan global.
Pencapaian paling krusial terlihat pada produksi beras nasional yang menembus angka 34,71 juta ton.
Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 13,36% atau sekitar 4,09 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini tercatat sebagai rekor produksi tertinggi dalam sejarah pertanian tanah air.
Selaras dengan beras, sektor palawija juga menunjukkan tren positif. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% mencapai 16,55 juta ton.
Capaian ini mendukung target swasembada pakan ternak dan menekan ketergantungan industri terhadap bahan baku impor.
Baca Juga: Bahlil Matangkan Skema Baru Subsidi Energi Tepat Sasaran
Stabilitas Cadangan dan Intervensi Kebijakan
Pemerintah melalui Perum Bulog juga melaporkan posisi stok beras yang sangat kuat. Pada Juni 2025, cadangan beras pemerintah (CBP) sempat menyentuh angka 4,2 juta ton dan berhasil dipertahankan di level aman 3,25 juta ton hingga pengujung tahun.
Keberhasilan produktivitas ini tidak lepas dari kebijakan hulu yang progresif. Sejak Oktober 2025, Pemerintah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20%.
Langkah strategis ini terbukti efektif menurunkan biaya input produksi petani sekaligus menjaga margin keuntungan di tingkat produsen.
Kontribusi Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri
Secara makro, sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan memberikan kontribusi sebesar 14,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Angka ini menempatkan sektor agrikultur sebagai kontributor ekonomi terbesar kedua setelah industri pengolahan.
Pertumbuhan sektor ini bahkan mencapai puncaknya pada kuartal kedua dengan angka 13,53%.
Di pasar internasional, kinerja ekspor pertanian periode Januari–Agustus 2025 melonjak signifikan hingga 38,25%. Pada saat yang sama, Indonesia mencatatkan surplus beras sebesar 3,33 juta ton pada semester pertama, yang mempertegas posisi tawar Indonesia dalam perdagangan pangan global.
"Tahun 2025 menjadi titik balik penting bagi ketahanan pangan kita. Melalui penguatan tata kelola dari hulu hingga hilir, Indonesia tidak hanya memperkuat kemandirian bangsa, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata," sebagaimana dikutip dari laporan capaian strategis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Dengan integrasi kebijakan subsidi yang tepat sasaran dan modernisasi sektor tanam, performa tahun 2025 diproyeksikan menjadi landasan bagi stabilitas ekonomi nasional di tahun-tahun mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews


