Jakarta, VIVA — Sidang perkara pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kembali mendapat perhatian publik.
Sejumlah tokoh bahkan hadir langsung di ruang sidang dan menekankan pentingnya pembuktian unsur niat jahat atau mens rea dalam perkara tersebut.
Anggota International Council of Transparency International, Natalia Soebagjo yang mengikuti jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada Senin, 5 Januari 2026 menilai dakwaan yang dibacakan jaksa perlu diuji secara ketat untuk memastikan ada atau tidaknya mens rea dalam kebijakan yang dipersoalkan.
"Tadi saya berkesempatan mengikuti pembacaan dakwaan yang panjang sekali. Bagi saya menjadi semakin jelas tuntutan yang diajukan kepada Nadiem. Saya berharap nanti tim hukumnya bisa melakukan bantahan yang mantap. Semoga eksepsinya diterima," ujar Natalia, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Natalia menegaskan, putusan hakim harus didasarkan pada prinsip keadilan dan fakta hukum, khususnya terkait unsur kesengajaan dalam tindak pidana.
"Persidangan ini saya harap bisa berlangsung berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. Bahwa betul bisa dibuktikan tidak ada mens rea. Saya berharap para hakim dapat mengambil keputusan yang sebaik-baiknya demi penegakan hukum yang berkeadilan demi pemberantasan korupsi yang semestinya," kata dia.
Selain Natalia, aktris senior Jajang C. Noer juga menyatakan dukungannya terhadap Nadiem. Jajang mengaku mengenal keluarga Nadiem secara personal dan meyakini kebijakan yang diambil dilandasi niat baik.
"Dia sama sekali tidak bersalah karena dia selalu berniat baik untuk negara. Saya kenal keluarga mereka, jadi tidak mungkin sedikit pun mau menyeleweng," kata Jajang.
Jajang menilai tuduhan terhadap Nadiem tidak sejalan dengan karakter dan rekam jejak pribadi yang ia kenal selama ini.
"Dia baik sekali, santun, dan pintar. Hatinya baik itu yang saya tahu. Tentu saja saya harap keadilan benar-benar ditegakkan. Hanya keadilanlah yang bisa memberikan rasa adil," ujar dia lagi.




