ARUS laut kencang di perairan Laut Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak menyurutkan langkah Tim SAR Gabungan dalam melanjutkan pencarian satu Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol. Satu WNA Spanyol korban tenggelamnya kapal wisata Phinisi KM Putri Sakinah yang terjadi pada Jumat (26/12/2025) lalu hingga kini masih belum ditemukan.
Memasuki hari ke-14 operasi SAR, Kamis (8/1), tim tetap bergerak sejak pagi hari dengan mengerahkan personel dan alat utama meski kondisi arus laut menjadi tantangan utama di lapangan.
Pada pukul 06.00 Wita, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing kesiapan personel dan alut untuk memastikan keselamatan serta efektivitas operasi pencarian di tengah kuatnya arus laut.
Selanjutnya, sekitar pukul 07.00 Wita, tim bergerak menuju lokasi pencarian sesuai rencana operasi. Pencarian dilakukan secara menyeluruh melalui penyisiran permukaan laut, pemantauan udara menggunakan drone thermal, serta penyelaman di lokasi penemuan bangkai kapal.
Penyisiran juga diperluas ke sejumlah wilayah yang diperkirakan terdampak pergerakan arus, meliputi Pulau Serai, Pulau Rinca, Pulau Padar, hingga bagian selatan Pulau Komodo.
“Pada pencarian hari ini kami mengerahkan 168 personel gabungan serta 18 alat utama SAR untuk mendukung pencarian satu korban WNA Spanyol,” ujar Fathur.
Personel yang terlibat berasal dari unsur Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, P3KOM, Grahawisri, BPBD Manggarai Barat, komunitas Dive Labuan Bajo, serta unsur gabungan lainnya.
Fathur menjelaskan bahwa arus laut yang kencang menjadi kendala utama dalam pencarian hari ini, ditambah kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat. Namun demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan operasi pencarian hingga sore hari.
“Meski arus laut cukup kuat, pencarian terhadap satu korban akan tetap kami laksanakan secara maksimal,” tegasnya.
Operasi SAR terus dievaluasi dengan mengedepankan keselamatan personel serta efektivitas pencarian, sambil berharap korban dapat segera ditemukan. (PO/E-4)




