Pantau - Kamera jebak milik Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) berhasil merekam empat individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dalam periode monitoring dari September hingga Desember 2025.
"Untuk sementara ya, terekam empat, pengambilan masih dilanjutkan. Artinya masih ada ya (harimau sumatra)," ungkap Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai TNBT, Hendra Koswandi di Jambi.
Rekaman ini menjadi bukti kuat bahwa ekosistem di kawasan TNBT masih terjaga dan mampu mendukung kehidupan satwa liar endemik.
Pemantauan Satwa Melalui 40 Kamera JebakMonitoring dilakukan melalui pemasangan kamera jebak di wilayah Suo-Suo, salah satu bagian dari lanskap TNBT.
Tim TNBT bersama mitra menyebar 40 unit kamera pada 20 petak lokasi pemantauan.
Setiap petak mencakup area seluas 2x2 kilometer persegi atau sekitar 400 hektare.
Kamera ditempatkan di titik-titik strategis di dalam kawasan hutan yang menjadi jalur pergerakan satwa liar.
Hasil monitoring tidak hanya mencatat keberadaan empat individu harimau sumatra, tetapi juga merekam pergerakan 32 jenis satwa liar lainnya.
Satwa Dilindungi dan Ancaman PerburuanDi antara 32 jenis satwa tersebut, tercatat ada 13 jenis satwa yang dilindungi oleh undang-undang.
Beberapa satwa dilindungi yang berhasil terekam antara lain:
- Tapir (Tapirus indicus)
- Gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis)
- Beruang madu (Helarctos malayanus)
- Rusa (Cervidae)
- Kancil (Tragulus)
- Trenggiling (Pholidota)
- Binturong (Arctictis binturong)
"Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada (terekam), babi juga selalu terlihat," ujarnya.
Keberadaan satwa-satwa kunci ini menjadi indikator bahwa lanskap TNBT masih berfungsi sebagai habitat alami yang sehat.
Meski demikian, TNBT masih menghadapi tekanan tinggi dari aktivitas perambahan dan perburuan liar.
"Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan, termasuk mitra menjaga taman nasional," jelas Hendra.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di desa-desa penyangga kawasan TNBT, untuk ikut menjaga dan mengawasi kelestarian hutan.
Taman Nasional Bukit Tigapuluh memiliki luas wilayah 144.223 hektare dan mencakup dua provinsi, yaitu Jambi dan Riau.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397951/original/070618500_1761822669-1.jpg)

