MANADO, KOMPAS.TV - Penanganan pascabanjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, memasuki tahap lanjutan pada Kamis (8/1/2026).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kini memfokuskan perhatian pada perawatan korban luka, pemulihan infrastruktur dasar, serta penyusunan langkah mitigasi agar bencana serupa tidak terulang.
Gubernur Yulius Selvanus mengatakan hingga hari keempat masa tanggap darurat, korban banjir bandang tercatat sebanyak 17 orang meninggal dunia, 2 korban masih dalam pencarian, dan 567 jiwa dari 160 kepala keluarga mengungsi di enam titik pengungsian.
Yulius menjelaskan, sebagian besar korban luka mengalami cedera akibat terseret arus deras yang membawa batu, kayu, dan lumpur dari wilayah hulu.
Baca Juga: Update Banjir Bandang Pulau Siau: Korban Meninggal Bertambah Jadi 17 Orang, Dua Masih Hilang
"Luka-luka ini terjadi karena korban terseret arus yang membawa batu dan kayu, lumpur, sehingga banyak luka di badan dan kaki yang semuanya membutuhkan perawatan,” kata Yulius dalam wawancara di program Kompas Siang, Kamis.
Yulius menambahkan pemerintah daerah dan provinsi saat ini tengah mengintensifkan hospitalisasi dan perawatan medis bagi korban luka.
Tim kesehatan diturunkan secara masif untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan memadai.
Adapun korban luka diketahui mencapai 26 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian dirawat di puskesmas setempat, beberapa dirawat di rumah sakit di wilayah Sitaro. Lalu, sebagian lainnya dirujuk ke Manado untuk perawatan lanjutan. Sejumlah korban juga dilaporkan telah dinyatakan sembuh.
Selain penanganan medis, pemerintah provinsi juga berupaya memulihkan infrastruktur kelistrikan yang terdampak banjir bandang. Gubernur menyebut lima desa sempat mengalami pemadaman listrik akibat bencana tersebut.
“Saat ini tiga desa sudah kembali normal, tinggal dua desa lagi yang sedang kita upayakan hari ini untuk kembali normal,” kata Yulius.
Pemulihan listrik dinilai penting untuk mendukung aktivitas warga, pelayanan kesehatan, serta operasional posko pengungsian.
Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah di Lokasi Banjir Bandang Sitaro, Dua Korban Masih Hilang
Temuan Lapangan dan Faktor Risiko BencanaPenulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- banjir bandang Siau
- Gubernur Sulawesi Utara
- penanganan medis banjir Sitaro
- relokasi warga Siau
- korban banjir Siau
- pengungsi Sitaro





