FAJAR, MAKASSAR — Ruas jalan provinsi di Jl Bumi Tamalanrea Permai (BTP) – Moncongloe, Maros, masih mengalami kerusakan parah. Rekonstruksi mendesak segera dilakukan.
Ruas yang menghubungkan antara Kota Makassar dengan Kabupaten Maros ini punya lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi. Sedangkan kondisinya masih memprihatinkan.
Lubang menganga menyebar sepanjang ruas tersebut, dengan titik terparah ada di depan SPBU Moncongloe. Meskipun pada awal tahun 2025 sudah dilakukan perbaikan ringan dengan pemasangan paving block, namun itu bukan solusi permanen.
Ruas tersebut menjadi jalur utama pergerakan truk-truk besar antar daerah. Apalagi, jika musim hujan tiba lubang-lubang itu digenangi air dan menjadi tidak tampak. Lubang itu juga kembali terbuka jika sering digenangi air. Sehingga, akan membahayakan mobilitas pengendara.
Setelah tidak masuk dalam rencana multi years project (MYP) Pemprov Sulsel 2025-2027 yang terdiri dari lima paket, kini ruas jalan tersebut sudah terakomodasi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Ihsan mengatakan bahwa paket pengerjaan jalan batas Makassar – Maros sudah masuk ke dalam paket 6. Ruas tersebut dinamai Tamalanrea Raya.
Saat ini, Dinas BMBK Sulsel tengah menyiapkan proses lelang paket 6 dengan total pagu anggaran sekitar Rp200 miliar. Paket 6 ini memuat sejumlah ruas jalan di beberapa kabupaten, seperti Luwu Raya, Toraja, Bantaeng, Maros, dan Makassar.
“Pagu anggaran yang disiapkan Tamalanrea Raya, batas Makassar – Maros sekitar Rp12 miliar. Semoga masuk itu dimaksud (poros moncongloe). Pokoknya sepanjang jalan dengan kewenangan Provinsi,” kata Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan saat diwawancarai FAJAR, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 6 Januari 2026.
Lubang menganga dan ruas jalan terbelah semakin berbahaya saat tertutup genangan. Para pengendara yang melintas seakan harus melewati rintangan dan berbahaya, khususnya pengguna sepeda motor. Kondisi jalan juga menyumbang kemacetan pada jam sibuk.
Andi Ihsan menyebut tim konsultan akan turun melihat kebutuhan pengerjaan pada ruas tersebut. Jenis intervensi penangananpada ruas itu akan ditentukan setelah ada pemenang lelang manajemen konstruksi (MK).
“Nanti konsultan akan ke sana dulu melihat pengerjaan apa yang dibutuhkan,” tambahnya.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menjelaskan bahwa pengerjaan ruas BTP – Moncongloe akan memanjang sepanjang 18 km hingga ke Benteng Gajah.
Bulan 1 ini mulai masuk lelang, mungkin selesai bulan 2. Pengerjaan termasuk saluran, semua paket ini termasuk saluran dikerjakan,” sebut Kadir.
Sementara itu, ia belum dapat memastikan apakah ruas tersebut akan menggunakan material aspal atau beton. Mengingat ruas itu merupakan jalur utama truk-truk besar melintas. Pengerjaan ruas paket 6 akan menggunakan metode design and build.
“Itu sementara dalam proses design, karena sistemnya design and build. Sistem itu, mereka design, kontraktor kerja. Apakah beton atau aspal, nanti dilihat mereka. Setelah itu dilaporkan ke komisi, nanti kita undang laporkan juga,” tandasnya. (uca)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5273672/original/065884000_1751674381-APEL_PIALA_PRESIDEN_3.jpeg)
