Realisasi Penerimaan Pajak Neto 2025 Capai Rp 1.917 T, Turun 0,7 Persen

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Realisasi penerimaan pajak per Desember 2025 mencapai Rp 1.917,6 triliun. Hingga akhir tahun, kinerja penerimaan tercatat mengalami kontraksi secara neto, meski secara bruto masih menunjukkan pertumbuhan.

Secara bruto, penerimaan pajak pada 2025 tercatat sebesar Rp 2.278,8 triliun, meningkat 3,7 persen dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 2.197,3 triliun. Namun secara neto, penerimaan pajak justru turun 0,7 persen menjadi Rp 1.917,6 triliun dari Rp 1.931,6 triliun secara tahunan atau year on year (yoy).

“Angka bruto penerimaan pajak itu tumbuh 3,7 persen. Angka neto penerimaan pajak adalah minus 0,7 persen. Jadi di bawah 2025 itu di bawah 2024,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1).

Meski demikian, apabila dilihat berdasarkan pembagian semester, Suahasil menyatakan penerimaan pajak menunjukkan perbaikan pada semester II tahun 2025. Untuk Pajak Penghasilan (PPh) Badan, kinerja pada semester I tercatat terkontraksi sekitar 10 persen dibandingkan 2024, tetapi membaik pada semester II dengan pertumbuhan 2,3 persen.

Kondisi serupa juga terjadi pada PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21. Pada semester I, penerimaan dari kelompok pajak tersebut tertekan hingga 19,4 persen, sebelum berbalik membaik pada semester II dengan pertumbuhan mencapai 17,5 persen.

“PPh final, PPh 22, PPh 26 juga seperti itu. Semester I tekanannya itu cukup tinggi tapi ada perbaikan di semester II. Ini dinamika perekonomian yang tercermin di dalam penerimaan pajak kita,” lanjut Suahasil.

Kemudian, Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) turut mencatatkan pola yang sama, dengan kinerja yang membaik pada paruh kedua tahun. “Ini menjadi modal kita masuk ke 2026 perbaikan dari kondisi ekonomi,” ucap Suahasil.

Adapun berdasarkan jenis pajak, penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara neto mencapai Rp 321,4 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,3 persen.

Penerimaan PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 tercatat sebesar Rp 248,2 triliun dengan pertumbuhan 17,5 persen secara tahunan. Sementara itu, penerimaan PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 mencapai Rp 345,7 triliun dengan pertumbuhan 8 persen secara yoy.

Adapun penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tercatat sebesar Rp 790,2 triliun, tumbuh 2,1 persen secara yoy.

“Lagi-lagi ini adalah pijakan yang baik untuk kita masuk 2026,” tutur Suahasil.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gen Z Panen Cuan, Harta Deretan Miliarder Ini Bikin Minder!
• 44 menit laluviva.co.id
thumb
Berkeliling Kota Makassar, Ini Jadwal dan Rute Terbaru Trans Sulsel
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPRD Jatim Minta Pemprov Siapkan Program untuk Antisipasi Penurunan Nilai Tukar Petani
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Purbaya Tarik Rp75 Triliun dari Himbara, OJK Beberkan Kondisi Likuiditas Bank
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Sempat Efisiensi, Kemenkeu Akhirnya Buka Blokir Anggaran Rp206,4 Triliun
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.