MerahPutih.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) terpadu dengan pendekatan semi-militer bagi para petugas haji mulai 10 Januari 2026.
"Pertama kesiapan fisik, kedua pemahaman tentang tugas yang akan dilakukan di Saudi, ketiga pembekalan fikih haji, dan juga bahasa Arab standar yang insyaallah bermanfaat saat melayani jamaah di sana,” kata Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1).
Baca juga:
Menteri Irfan Targetkan Calon Haji 2026 Lunasi Semua Biaya 2 Hari Lagi
Menteri Irfan menjamin proses rekrutmen petugas haji telah dilakukan secara terbuka dengan prinsip bersih, jujur, dan transparan. “Petugas haji akan kita siapkan selama satu bulan di sini,” imbuhnya dikutip Antara.
179 Fasilitator Siap Membina Petugas Haji
Sosok yang akrab disapa Gus Irfan itu menambahkan pelatihan ini digelar menandai rampungnya Training of Trainers (ToT) bagi para fasilitator petugas haji. Saat ini sudah terpilih 179 orator yang akan membina para petugas haji 2026.
Baca juga:
Masa Tunggu Haji Indonesia Kini Dipukul Rata Maksimal 25 Tahun
Menurut Gus Irfan, pembekalan petugas tidak hanya mencakup pemahaman tugas teknis. Diklat ini juga akan fokus pada persiapan fisik, pemahaman fikih haji, serta kemampuan komunikasi dasar berbahasa Arab.
“Hari ini, hari penutupan ToT (Training of Trainers) untuk para fasilitator petugas haji,” tandas Menteri Haji. (*)





