Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 5 rumah milik warga mengalami rusak berat akibat terdampak longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu 7 Januari 2026. Akibatnya, 28 jiwa pun harus mengungsi lantaran kehilangan tempat tinggal.
"Ada lima rumah rusak berat di bagian belakang rumah dan satu rumah rusak hampir keseluruhan karena pergerakan tanah," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, Kamis (8/1/2026).
Advertisement
Taufik juga mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi akibat curah hujan tinggi dan tanah yang tidak stabil, sehingga terjadi pergeseran tanah. Untuk penanganan awal, pihaknya pun telah menerjunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan monitoring dan pendataan.
"Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya peristiwa susulan akibat curah hujan yang kini masih melanda," kata Taufik.
Taufik mengungkapkan, akibat bencana longsor tersebut, warga menderita kerugian mencapai Rp400 jutaan. Pihaknya pun terus memonitor kondisi di lokasi kejadian.
"Sementara saat ini pada korban sudah dievakuasi dan mereka memilih mengungsi ke rumah saudara masing-masing yang tidak jauh dari lokasi," terang dia.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang juga diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan terhadap para korban bencana alam tersebut.
Dalam hal ini, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan diberikan kepada enam kepala keluarga korban longsor.
"Adapun bantuan yang disalurkan berupa sejumlah bahan bangunan serta bahan makanan pokok guna meringankan beban warga yang terdampak dan membantu kebutuhan dasar pascakejadian," jelas Andi.



