Bahlil Catat PNBP Sektor Migas Rp 105,4 T Sepanjang 2025, Tak Sesuai Target

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minyak bumi dan gas (Migas) sepanjang 2025 tidak mencapai target.

Bahlil menyebutkan realisasi PNBP sektor migas hanya sekitar 83,7 persen atau Rp 105,4 triliun dari target Rp 125,46 triliun sepanjang 2025.

“Karena itu pendapatan negara kita untuk di sektor Migas mencapai Rp 105,4 triliun. Dari target Rp 125 triliun, jadi totalnya kurang lebih sekitar 83 persen,” tutur Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1).

Kondisi ini disebabkan oleh penurunan harga minyak global yang jauh dari perkiraan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahlil menjelaskan dalam APBN, asumsi harga minyak Indonesia (ICP) dipatok pada angka USD 82 per barel. Namun, realitas yang terjadi sepanjang tahun 2025 jauh lebih rendah, dengan rata-rata harga minyak global hanya mencapai USD 68 per barel.

Dengan demikian, meskipun lifting atau produksi minyak Indonesia tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari, PNBP sektor migas hanya mampu mencapai Rp 105,4 triliun.

“Itu berdampak, begitu harganya tidak sampai USD 82, itu berdampak pada pendapatan negara kita. Lifting kita tercapai tapi harganya memang lagi turun. Memang harga komoditas sekarang lagi turun semua,” ujar Bahlil.

Bahlil juga memaparkan investasi sektor ESDM pada 2025 mencapai total USD 31,7 miliar. Investasi ini terbagi atas sektor minerba sebesar USD 6,7 miliar, migas USD 18 miliar, sektor listrik USD 4,6 miliar, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar USD 2,4 miliar.

“Pasti teman-teman tanya, dibandingkan dengan 2024 dan 2025, investasi ada terjadi koreksi. Di mana koreksinya? Di listrik,” ungkap Bahlil.

Dia menyebut akan segera menggelar rapat dengan PT PLN (Persero) terkait hal ini. Bahlil menyebut akan mendorong percepatan pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Ini saya lihat memang butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasar Induk Kramat Jati Dihantui Sampah Menumpuk hingga Bau Busuk
• 7 jam laludetik.com
thumb
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, 10 Provinsi Waspada Hujan Lebat Jumat 9 Januari 2026
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Trump: Saya Tidak Butuh Hukum Internasional
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Tenggelamnya Kapal di Labuan Bajo yang Tewaskan Wisatawan Spanyol 
• 4 jam lalukompas.id
thumb
PDIP Bakal Gelar Rakernas, Bahas Persoalan Geopolitik sampai Krisis Ekologis
• 53 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.