Harga Emas Naik hingga Maraknya PHK Tekan Penghimpunan Zakat 2025

republika.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menilai penurunan penghimpunan zakat pada 2025 dipengaruhi beragam faktor, mulai dari kenaikan harga emas yang mendorong naiknya nisab zakat, melemahnya kondisi ekonomi, upah yang stagnan, hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menggerus kemampuan masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Peneliti IDEAS Tira Mutiara mengatakan, secara teori, kenaikan harga emas dapat berpengaruh terhadap jumlah muzaki yang membayar zakat, terutama zakat mal, karena adanya ketentuan nisab yang setara dengan 85 gram emas. Ketika harga emas naik, otomatis nilai nisab juga meningkat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Nisab Zakat Naik, Penerimaan Zakat Berisiko Tertekan
  • Baru 15 Persen Wajib Pajak Muslim Gunakan Fasilitas Zakat Sebagai Pengurang Pajak, Ini Alasannya
  • Zakat Jadi Pengurang Pajak, INDEF Nilai Keadilan Fiskal Belum Substantif

“Kenaikan nisab ini menyebabkan sejumlah muzaki tidak lagi mencapai nisab. Hal ini terutama terjadi pada muzaki yang sumber pendapatannya bersifat tetap,” kata Tira kepada Republika, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi berbeda dapat terjadi pada muzaki yang sumber pendapatannya berasal dari aset atau investasi, termasuk emas itu sendiri. Kelompok ini justru mengalami peningkatan nilai kekayaan dan tetap berada dalam kategori muzaki. Bahkan, potensi zakat yang dibayarkan dapat meningkat.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Kenaikan harga emas memang berpotensi menurunkan jumlah muzaki akibat peningkatan nisab, namun pengaruhnya sangat kontekstual. Dalam kondisi tertentu, jumlah muzaki bisa relatif stagnan, sementara nilai penghimpunan zakat justru meningkat.

Tira menerangkan, penurunan penghimpunan zakat pada 2025 juga dipengaruhi faktor ekonomi lainnya. Kondisi ekonomi makro, seperti penurunan daya beli, upah yang stagnan, hingga fenomena PHK yang menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan pendapatan, turut melemahkan kemampuan membayar zakat.

“Faktor literasi dan kepatuhan zakat juga berpengaruh. Ada masyarakat yang tetap membayar zakat meskipun sebenarnya belum wajib, tetapi ada pula yang tidak membayar zakat meski hartanya sudah mencapai nisab,” ujar Tira.

Ia mengungkapkan, selain kenaikan harga emas dan kondisi ekonomi, perilaku atau cara membayar zakat juga perlu menjadi perhatian. Hingga kini belum tersedia data resmi mengenai jumlah zakat yang dibayarkan secara langsung kepada mustahik maupun melalui lembaga informal seperti masjid dan musala. Padahal, masih banyak masyarakat yang memilih menunaikan zakat secara langsung karena alasan kepercayaan, kedekatan sosial, dan persepsi efektivitas penyaluran. Akibatnya, realisasi zakat yang tercatat belum mencerminkan seluruh potensi zakat yang ada.

Survei IDEAS pada 2025 terhadap 1.233 responden Muslim di Indonesia mengungkap mayoritas responden, yakni 69,2 persen, masih menyalurkan donasi termasuk zakat secara informal, baik langsung kepada mustahik maupun melalui masjid dan musala. Sementara itu, 30,8 persen menyalurkan donasi secara formal melalui lembaga seperti BAZ, LAZ, dan UPZ.

Menurut Tira, terdapat kemungkinan penurunan penghimpunan zakat juga disebabkan oleh pergeseran saluran pembayaran. Sebagian zakat tidak tercatat dalam statistik resmi karena disalurkan secara informal.

Meskipun penghimpunan zakat diprediksi menurun, badan dan lembaga pengelola zakat diminta tetap optimistis dalam menghimpun dan menyalurkan zakat. Selain faktor penghasilan, terdapat faktor lain yang mendorong masyarakat membayar zakat, seperti religiusitas, lingkungan keluarga, pengaruh teman, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kebiasaan berdonasi.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Panglima TNI Bakal Bentuk Batalyon Olahraga, Rekrut yang Jago Olahraga
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Pangdam XII/Tpr Resmikan Jalan Poros Ekonomi di Kubu Raya
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Anomali kegemilangan hilirisasi kakao
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Pasar Modal RI Bangkit dari Krisis “Liberation Day” IHSG Tembus 9.000, Purbaya: Investor Lihat Kita Kerja Serius
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Bernardo Tavares Terpesona Fasilitas Persebaya, Singgung PSM Makassar?
• 21 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.