Demo Iran Masuk Hari Ke-12, Polisi Dilaporkan Tewas Ditusuk

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Seorang polisi Iran dilaporkan tewas akibat penusukan di tengah demonstrasi yang berlangsung di dekat ibu kota Teheran. Media lokal melalui AFP melaporkannya hari ini, Kamis (8/1), ketika aksi protes atas biaya hidup itu memasuki hari ke-12.

Petugas polisi itu bernama Shahin Dehghan, anggota kepolisian di wilayah Malard di sebelah Barat Teheran.

“Tewas beberapa jam yang lalu setelah ditusuk saat berupaya mengendalikan kerusuhan," demikian yang dilaporkan kantor berita Fars.

Fars menambahkan bahwa upaya untuk mengidentifikasi pelaku sedang berlangsung.

Demonstrasi pecah di Iran pada Minggu (28/12), setelah para pedagang di Teheran melakukan protes terhadap kenaikan harga dan jatuhnya nilai rial, memicu gelombang aksi serupa di kota-kota lain.

Demonstrasi telah menyebar ke 25 dari 31 provinsi Iran—menurut perhitungan AFP berdasarkan pernyataan resmi dan media lokal—dan menyebabkan puluhan orang tewas termasuk dari pasukan keamanan.

Demonstrasi ini disebut sebagai gerakan protes paling serius di Republik Islam itu sejak demonstrasi nasional tahun 2022-2023 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan. Ia ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat untuk wanita di Iran.

Namun, demonstrasi ini belum mencapai skala gerakan tahun 2022-2023 yang meluas ke seluruh negeri. Jumlah korban protes Amini mencapai ratusan orang, termasuk puluhan anggota keamanan.

Meski begitu, demonstrasi ini disebut menghadirkan tantangan baru bagi kepemimpinan Iran di tengah krisis ekonomi yang parah dan setelah perang 12 hari dengan Israel pada Juni tahun lalu.

Demo Besar di Teheran

Sebelumnya, pada Selasa (6/1) di Teheran, demo berskala besar pecah. Sebuah LSM melaporkan aksi unjuk rasa yang berujung rusuh itu menewaskan puluhan orang.

Protes tersebut dipicu meroketnya biaya hidup. Kondisi diperparah dengan semakin melemahnya nilai mata uang lokal, rial, terhadap mata uang asing.

Laporan LSM HAM Iran (IHR) yang bermarkas di Norwegia menyebut, total demonstran yang tewas di tangan aparat keamanan mencapai 27 orang. Korban jiwa tersebut termasuk lima anak berusia di bawah 18 tahun.

IHR menambahkan, aparat keamanan Iran juga menyergap sebuah rumah sakit di Hasanabad, Teheran. Menurut laporan mereka, aparat menembakkan gas air mata ke dalam rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Kepolisian Iran menyatakan anggotanya turut tewas dalam demo berujung rusuh di negara tersebut, demikian dikutip dari AFP.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasad Resmikan Jembatan Bailey di Bener Meriah, Akses Takengon–Bireuen Pulih
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Selain Rizki Juniansyah, Atlet Taekwondo Peraih Emas Juga Naik Pangkat
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Arne Slot Bereaksi Keras Usai Liverpool Tahan Arsenal 0-0, Nama Conor Bradley Disorot
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Ekspor Sepeda Motor Buatan RI Tembus 544.000 Unit, Ini Pasar Terbesarnya
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Rally Dakar 2026 Ajang Pembuktian Teknologi Pelumas Balap
• 6 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.