Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.798 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.780 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini diiringi aktivitas bisnis di AS yang membaik.
“Data ekonomi AS menunjukkan bahwa aktivitas bisnis membaik, pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik dari yang diperkirakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa ISM melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, jauh melampaui ekspektasi 52,3.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan November 2025 yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,14 juta, turun dari 7,44 juta dibandingkan Oktober. Ini dinilai menunjukkan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja.
Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) juga menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada bulan Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47 ribu, tetapi menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu pada bulan November.
Capaian ini dianggap menunjukkan stabilisasi sementara dalam perekrutan menjelang akhir tahun.
“Fokus pasar selanjutnya adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan yang akan dirilis malam ini dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember, yang akan dirilis hari Jumat (9/1),” kata Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.801 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.785 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah berpotensi melemah, dipengaruhi rencana AS kuasai Greenland
Baca juga: Rupiah pada Kamis pagi bergerak stagnan di Rp16.780 per dolar AS
Baca juga: Rupiah melemah seiring ketidakpastian suku bunga The Fed
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini diiringi aktivitas bisnis di AS yang membaik.
“Data ekonomi AS menunjukkan bahwa aktivitas bisnis membaik, pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik dari yang diperkirakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa ISM melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, jauh melampaui ekspektasi 52,3.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan November 2025 yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,14 juta, turun dari 7,44 juta dibandingkan Oktober. Ini dinilai menunjukkan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja.
Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) juga menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada bulan Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47 ribu, tetapi menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu pada bulan November.
Capaian ini dianggap menunjukkan stabilisasi sementara dalam perekrutan menjelang akhir tahun.
“Fokus pasar selanjutnya adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan yang akan dirilis malam ini dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember, yang akan dirilis hari Jumat (9/1),” kata Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.801 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.785 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah berpotensi melemah, dipengaruhi rencana AS kuasai Greenland
Baca juga: Rupiah pada Kamis pagi bergerak stagnan di Rp16.780 per dolar AS
Baca juga: Rupiah melemah seiring ketidakpastian suku bunga The Fed




