Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memberikan diskon tarif listrik khusus untuk daerah yang terdampak bencana Sumatera.
IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memberikan diskon tarif listrik khusus untuk daerah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana ini menindaklanjuti adanya permintaan sejumlah kepala daerah di wilayah terdampak bencana. Pemberian diskon tarif listrik ini diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak.
"Ada surat permohonan dari beberapa kepala daerah kepada kami untuk meminta diskon listrik di wilayah lokasi bencana. Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kita lagi exercise (kaji) berapa bulan, dan biayanya berapa," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Bahlil menjelaskan, saat ini terdapat tiga infrastruktur energi yang belum bisa pulih imbas terdampak bencana. Adapun berdasarkan laporan terbaru masih ada sekitar 150 desa yang masih belum teraliri listrik.
Kendati demikian, dia menyebut saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait skema diskon listrik, seperti jangka waktu pemberian diskon hingga anggaran yang akan digelontorkan oleh pemerintah.
"Namun kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa, jadi kita lagi menghitung, tapi saya pastikan, saya akan leporkan kepada Bapak Presiden, karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberitahu kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita itu," ujar Bahlil.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi sebelumnya mengatakan, sistem kelistrikan di wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat sejak 6 Desember 2025 telah berhasil dipulihkan 100 persen. Dua lokasi krusial yang sebelumnya mengalami kerusakan parah, yakni Palembayan dan Sicincin, kini telah kembali terang benderang.
Meski Sumatra Barat telah pulih sepenuhnya, dua provinsi lain masih terus dipercepat pemulihannya. Di Aceh, pemulihan jaringan utama telah mencapai lebih dari separuh. Sebanyak 177 dari 317 penyulang (56 persen) telah kembali menyala, sementara 9.401 dari 14.741 gardu distribusi (64 persen) sudah berfungsi kembali.
Sementara itu, Sumatera Utara menunjukkan progres pemulihan yang hampir tuntas. Seluruh 103 penyulang sudah menyala (100 persen), disusul perbaikan gardu distribusi yang telah mencapai 98 persen atau 4.436 dari 4.537 gardu. Beban yang pulih telah menyentuh 260,79 MW dari total terdampak 264,13 MW (99 persen).
(Rahmat Fiansyah)





