Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia kembali menguat. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa arus modal asing (capital inflow) kembali masuk ke pasar keuangan domestik pada akhir 2025 dengan nilai signifikan.
Dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Menkeu menyampaikan bahwa total inflow asing pada November–Desember 2025 mencapai Rp46,8 triliun. Kondisi ini menandai pembalikan arah sentimen pasar setelah sempat tertekan sepanjang sebagian besar tahun lalu.
"Kalau kita lihat, sejak Oktober arus modal mulai berbalik. November dan Desember sudah positif, total inflow mencapai Rp46,8 triliun. Artinya, investor asing sudah kembali masuk," ujar Purbaya kepada wartawan termasuk tvrinews.com, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia merinci, aliran dana asing tersebut masuk ke berbagai instrumen keuangan. Inflow ke Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebesar Rp6,49 triliun, sementara instrumen SRBI mencapai Rp27,40 triliun. Adapun pasar saham mencatat inflow sebesar Rp12,24 triliun sepanjang Desember 2025.
Masuknya kembali modal asing ini sejalan dengan membaiknya indikator pasar keuangan domestik. Yield SBN tenor 10 tahun tercatat turun ke level 6,01 persen, atau turun sekitar 101 basis poin dibandingkan akhir 2024. Penurunan yield tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal Indonesia.
Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat penguatan signifikan. Sepanjang 2025, IHSG naik lebih dari 22 persen secara tahunan dan sempat menembus level psikologis 9.000 pada akhir tahun.
Menurut Purbaya, kembalinya arus modal asing tidak lepas dari konsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.
Stimulus fiskal, disiplin pengelolaan APBN, serta respons cepat terhadap gejolak eksternal menjadi faktor penting yang diperhatikan investor.
"Walaupun dampak kebijakan global belum sepenuhnya selesai, pasar melihat kita bekerja serius. Dampaknya ke ekonomi mulai terlihat, dan sentimen investor sudah berbalik," jelasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





