JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan pentingnya penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dan perkebunan sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau panen raya serta pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden tidak hanya menyaksikan langsung pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern, tetapi juga meninjau sejumlah produk hilirisasi berbasis komoditas unggulan nasional.
Salah satu yang menarik perhatian adalah gambir, tanaman endemik Indonesia yang selama ini dikenal secara terbatas memiliki potensi ekonomi global yang besar.
BACA JUGA:Pramono Targetkan Persija Menang atas Persib, Imbau Jakmania Tak Hadir di GBLA
BACA JUGA:Drakor No Tail to Tell Siap Tayang di Netflix 16 Januari 2026, Kim Hye Yoon Bakal Jadi Gumiho!
Presiden menilai bahwa Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah.
Menurutnya, komoditas seperti gambir perlu didorong untuk diolah lebih lanjut di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar, membuka peluang industri baru, serta meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi.
Dorongan tersebut sekaligus menjadi sinyal agar Kementerian Pertanian dan Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan, termasuk PTPN, mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem hilirisasi berbasis riset, teknologi, dan kemitraan dengan petani rakyat.
Gambir: Komoditas Endemik dengan Pasar GlobalDirektur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa gambir merupakan komoditas yang selama ini kurang mendapat perhatian publik, padahal memiliki keunggulan yang sangat kuat di pasar internasional.
“Kalau orang mendengar gambir, biasanya langsung teringat dengan sirih. Padahal gambir itu produk strategis. Bahkan ada negara yang sekitar 90 persen kebutuhan gambirnya dipasok dari Indonesia,” kata Jatmiko di sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa gambir mengandung antioksidan dengan kadar yang sangat tinggi melebihi green tea yang selama ini dikenal luas sebagai produk kesehatan.
Kandungan tersebut membuat gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi.
BACA JUGA:Cuma Nonton Video Random Bakal Dikirim Saldo DANA Gratis Rp345.000, Begini Syarat Klaimnya!
BACA JUGA:KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Bekasi Terkait Kasus Bupati Nonaktif Ade Kuswara Kunang
- 1
- 2
- 3
- »



