Jakarta, IDN Times - Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA), pada Rabu (7/1/2026), melaporkan bahwa unjuk rasa di Iran telah menyebar di seluruh 31 provinsi, dengan sedikitnya 2.217 orang ditahan.
Sementara itu, korban tewas telah bertambah menjadi 38 orang, terdiri dari 34 demonstran dan 4 petugas keamanan. Puluhan orang juga terluka, sebagian besar akibat tembakan peluru pelet dan peluru plastik.
Menanggapi gelombang protes, lembaga peradilan Iran menyatakan akan mempercepat proses persidangan terhadap mereka yang ditangkap.
“Mulai sekarang, tidak akan ada toleransi bagi siapa pun yang membantu musuh melawan Republik Islam dan ketenangan rakyat,” kata Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, seraya menuduh Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang memicu demonstrasi tersebut.




