Pemerintah menyampaikan progress pengerjaan infrastruktur yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda beberapa titik di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) melakukan perbaikan dan pembenahan terpadu, khususnya di beberapa lokasi utama yang terdampak bencana. Daerah itu yakni kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang, Kecamatan Malalak dan Palembayan, Kabupaten Agam serta Kabupaten Pesisir Selatan.
"Sejak awal, Hutama Karya menjadi bagian dari kesigapan Kementerian Pekerjaan Umum yang fokus pada langkah-langkah prioritas agar akses infrastruktur dan layanan dasar masyarakat dapat segera dipulihkan," kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah seperti dilansir Antara, Kamis (8/1).
Di sektor pemulihan akses jalan, Kementerian PU melalui Bina Marga dan Hutama Karya membersihkan material longsor, normalisasi saluran, dan pelebaran badan jalan, pembuatan akses darurat, hingga penanganan lanjutan pada titik-titik rawan.
Pemulihan akses dilaksanakan pada jalur utama Lembah Anai sepanjang 5,8 kilometer dengan panjang penanganan efektif sekitar 800 meter.
Akses Lembah Anai yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi telah dioperasikan secara terbatas untuk membuka jalur mobilitas warga pascabencana. Penanganan pemulihan akses jalan juga dilaksanakan di Malalak, tepatnya di Jalan Sicincin-Malalak-Balingka.
Akses jalan ini merupakan jalan alternatif Padang-Bukittinggi yang menghubungkan daerah Koto Mambang dengan daerah Malingka sepanjang 39 kilometer dengan sembilan titik terdampak longsor.
Beberapa hal utama yang dikerjakan ialah pembersihan lokasi, material longsor, debris, pembuatan jalan akses, loading tanah longsoran, pembuatan jembatan sementara, dan box culvert serta pembuatan akses darurat untuk kendaraan melintas.
Kementerian PU dan Hutama Karya juga memulihkan akses air bersih pada infrastruktur instalasi pengolahan air yang juga terdampak bencana.
Pengerjaan yang dilakukan berupa penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang meliputi Intake Palukahan dan Intake Guo Kuranji serta Intake Silasuang, Broncaptering Silayang dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubuk Basung Kabupaten Agam.
"Pengerjaan ini untuk menjaga keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat," kata dia.
Adapun di Kabupaten Pesisir Selatan, pekerjaan difokuskan pada perbaikan delapan lokasi penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
Pemulihan akses air bersih ini dikerjakan dengan menyambungkan pipa saluran air di beberapa titik dengan total panjang 16 kilometer. Hingga pembaruan terakhir, progres penanganan menunjukkan hasil yang positif.
Di Malalak, terdapat dua desa yang sudah terhubung. Di Lembah Anai, penanganan permanen sedang dilaksanakan untuk pemulihan akses secara perlahan.
"Melalui penanganan tanggap darurat ini, Hutama Karya berupaya memastikan akses jalan dan air bersih kembali berfungsi, sehingga aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih," ujar dia.




