Bisnis.com, JAKARTA — PT United Tractors Tbk. (UNTR) membidik penjualan batu bara sebesar 18,8 juta ton pada 2026. Target ini meningkat sekitar 25% hingga 30% dari tahun 2025.
Corporate Secretary United Tractors Ari Setiawan menuturkan UNTR menargetkan penjualan batu bara, termasuk dari pihak ketiga atau dari bisnis coal trading sekitar 18,8 juta ton pada 2026.
“Target penjualan batu bara pada 2026, termasuk dari bisnis coal trading totalnya sebesar 18,8 juta ton, atau meningkat sekitar 25%—30%,” kata Ari, Kamis (8/1/2026).
Ari melanjutkan, tahun ini UNTR merancang strategi bisnis batu bara dengan menjalankan operational excellence, melalui optimalisasi produktivitas agar target produksi dapat tercapai, dan meningkatkan efisiensi melalui inovasi.
UNTR juga menurutnya akan terus memastikan agar kualitas batu bara perseroan dapat terjaga hingga di tangan customer, serta penentuan best price scheme.
“Penetrasi market, baik existing maupun mencari pembeli baru juga dioptimalkan,” ujar Ari.
Sebagai informasi, UNTR melalui Pamapersada Nusantara mencatatkan produksi batu bara klien mencapai 136,2 juta ton, dengan overburden removal mencapai 1,02 miliar bank cubic meter (bcm) sampai November 2025.
Produksi batu bara dan overburden removal ini turun secara tahunan dari sebelumnya sebesar 136,8 juta ton produksi batu bara, dan 1,12 miliar bcm overburden removal.
Untuk penjualan batu bara, UNTR melalui Tuah Turangga Agung (TTA) mencatatkan penjualan batu bara termal mencapai 7,32 juta ton, dengan penjualan batu bara metalurgi sebesar 3,55 juta ton. Total penjualan batu bara TTA mencapai 10,87 juta ton sampai November 2025.
Sementara itu, penjualan batu bara termal pihak ketiga TTA mencapai 2,51 juta ton sampai akhir November 2025.
Sebelumnya, UNTR diketahui memasang target produksi dan penjualan batu bara sebanyak 14,6 juta ton pada 2025, sejalan dengan mulai pulihnya hambatan logistik yang sempat mengganggu kinerja tahun ini.




