Jakarta, VIVA – Banyak trader Indonesia membuka posisi yang menjanjikan, tetapi kemudian keuntungannya lenyap ketika pasar tiba-tiba mengalami gap atau penurunan harga yang merugikan mereka. Hal ini khususnya umum terjadi ketika trading di jam-jam sepi pasar Asia atau pada instrumen dengan likuiditas terbatas.
Dalam kondisi seperti itu, mempelajari logika penutupan parsial dan penskalaan (scale out) adalah salah satu cara paling praktis untuk melindungi modal dan memperlancar kurva ekuitas.
Bagi para trader di seluruh Indonesia yang menggunakan MT5 di perangkat seluler atau desktop, platform ini sudah memiliki perangkat dasar yang dibutuhkan untuk melakukan scale out yang terkendali.
Kuncinya bukan hanya mengetahui cara melakukan partial close, tetapi juga memiliki rencana yang jelas tentang berapa banyak yang harus ditutup, kapan harus menutup, dan bagaimana beradaptasi dengan order book yang tipis di mana order besar dapat menggerakkan harga.
Order Book Tipis di Hari Perdagangan IndonesiaBuku pesanan yang tipis muncul ketika jumlah pembeli dan penjual aktif di setiap tingkat harga lebih sedikit. Hal ini dapat terjadi:
- Selama jam aktivitas rendah di sesi Asia
- Pada pasangan forex dan CFD yang kurang populer
- Seputar hari libur lokal di Indonesia
- Tepat sebelum atau setelah berita utama ketika pedagang mundur
Pada saat-saat seperti ini, mencoba menutup posisi penuh sekaligus dapat menyebabkan slippage. Harga melonjak melewati target atau stop loss Anda, dan pengisiannya lebih buruk dari yang diperkirakan. Penutupan sebagian dalam potongan-potongan kecil dapat mengurangi efek ini dan membuat proses keluar lebih terkendali.
Prinsip Sebelum Menerapkan Logika Skala KeluarSebelum menggunakan teknik canggih apa pun, pedagang Indonesia harus memahami tiga prinsip dasar:
- Selalu ketahui risiko penuh Anda per perdagangan dalam rupiah sebelum memikirkan keuntungan parsial
- Tentukan level take profit dan stop loss utama Anda berdasarkan metode terstruktur, seperti swing high dan low terkini atau true range rata-rata
- Perlakukan penutupan sebagian sebagai cara untuk mengelola risiko terbuka, bukan sebagai alasan untuk membuka posisi yang terlalu besar




