GenPI.co - Penjualan mobil baru di Inggris tumbuh 3,5 persen pada 2025, didorong lonjakan minat terhadap kendaraan listrik (EV), menurut Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT).
Tahun lalu tercatat 2,02 juta mobil baru terdaftar, naik dari 1,95 juta pada 2024, menandai tahun pertumbuhan ketiga berturut-turut.
Registrasi kendaraan listrik murni meningkat tajam, naik 23,9 persen menjadi 473.348 unit.
Pangsa pasar EV pun mencapai 23,4 persen, meningkat dari 19,6 persen pada tahun sebelumnya.
Dengan angka ini, Inggris menjadi pasar kendaraan listrik terbesar kedua di Eropa setelah Jerman.
Pemerintah Inggris menetapkan mandat kendaraan nol emisi (ZEV) yang mewajibkan minimal 28 persen mobil yang dijual setiap produsen harus bebas emisi.
CEO SMMT Mike Hawes menilai adopsi kendaraan listrik yang meningkat sebagai hal positif, tetapi laju pertumbuhannya masih terlalu lambat dan biayanya tinggi.
Tahun lalu, produsen mobil memberikan diskon total 5,5 miliar pound untuk kendaraan listrik atau rata-rata lebih dari 11.000 pound per mobil.
Dia memperingatkan tentang "pesan yang campur aduk" dari pemerintah, menyandingkan subsidi EV hingga 3.750 pound per mobil dengan pengumuman pajak baru untuk kendaraan listrik.
"Pemerintah harus meninjau mandat ZEV lebih cepat guna menciptakan industri yang berkelanjutan," ujarnya, dilansir PA Media, Rabu (7/1).
Ford Puma dan Kia Sportage paling banyak dibeli secara keseluruhan, sementara Tesla Model Y memimpin di segmen kendaraan listrik murni.
Kepala Eksekutif Kelompok Advokasi Electric Vehicles UK Tanya Sinclair mengatakan perlunya sinyal kebijakan yang lebih jelas dan konsisten agar banyak pengendara beralih ke EV.
Kepala Eksekutif Electrifying.com Ginny Buckley menilai edukasi konsumen akan menjadi kunci untuk gelombang pembeli EV berikutnya. (*)
Video heboh hari ini:




