Wacana Pilkada Melalui DPRD, Demokrat Tidak Mau Disebut Berubah Pikiran

jpnn.com
23 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Dede Yusuf mengaku partainya tidak bisa disebut berubah sikap ketika saat ini memilih mendukung Pilkada melalui DPRD.

Hal tersebut disampaikannya kepada awak media pada Kamis (8/1).

BACA JUGA: Selamatkan Daulat Rakyat, KIPP Tolak Pilkada Melalui DPRD

"Tidak bisa dibilang berbalik pikiran, ya, tetapi politik itu dinamis," kata Dede Yusuf.

Diketahui, Demokrat periode kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan mendukung Pilkada melalui DPRD.

BACA JUGA: Publik Tolak Pilkada Via DPRD, Deddy PDIP: Rakyat Tak Mau Haknya Dibajak Oligarki

Sikap ini berbeda dengan tindakan yang sempat diambil Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY yang kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Demokrat pada 2014 menerbitkan dua Perppu yang membatalkan wacana pilkada melalui DPRD.

BACA JUGA: KPK Periksa Wakil Ketua dan Anggota DPRD Bekasi Terkait Korupsi Ade Kuswara

Dede Yusuf mengatakan setiap periode punya masa, terlebih lagi, kepala daerah hasil pemilihan langsung juga tidak otomatis meningkatkan pembangunan wilayah.

"Mengapa? Sebab, memang biaya politik makin mahal, cost untuk pilkada makin tinggi sekali, dan terjadi politik uang," lanjut legislator Komisi II DPR RI itu.

Dede Yusuf menilai wacana pilkada melalui DPRD bisa menjadi solusi untuk menghasilkan pemimpin yang bisa menyejahterakan rakyat.

Menurutnya, pelaksanaan pilkada melalui DPRD tidak melanggar undang-undang dan demokratis.

"Oleh karena itu tidak melanggar undang-undang, dan kita bisa mencoba dengan tujuan melakukan efisiensi penghematan terhadap alokasi anggaran," bebernya.

Namun, Dede Yusuf berharap keterlibatan publik perlu diakomodasi ketika pilkada dilaksanakan melalui keterwakilan, yakni DPRD.

Dia menyebutkan teknis keterlibatan publik dengan mempersilakan kandidat untuk memaparkan visi dan misi membangun wilayah.

"Itu nanti melalui teknisnya, apakah dalam pemaparan visi-misi kampanye atau mungkin juga kami menyebutnya town hall meeting," tutupnya. (ast/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Review Film Caper: Hubungan Naik Turun Amanda Manopo dan Fajar Sadboy
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Pria di Depok Tewas Dianiaya Anggota TNI AL, Polisi Beberkan Perannya
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Ferrari hingga Rolls-Royce Harvey Moeis Dilelang Cepat, Siapa Minat?
• 13 jam laludetik.com
thumb
Persiapan Nonton Konser Indoor ala teman kumparan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
120 UMKM Siap Ramaikan Peringatan Bulan K3 di Sulsel. Catat Tanggal dan Rangkaian Kegiatannya!
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.