Wapres Tegaskan Pemerataan Penanganan Bencana

kompas.id
20 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjamin penanganan daerah terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia berlangsung secara merata. Wapres memastikan tidak ada satu daerah pun yang tidak tertangani. Segenap jajaran diinstruksikan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana dan memenuhi kebutuhan pokok para korban, terutama bagi kelompok rentan. 

Berangkat dari komitmen itu, Wakil Presiden (Wapres) Gibran mengunjungi wilayah terdampak banjir di Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2025). Terdapat dua daerah yang dikunjungi, yakni Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar. Bencana banjir menerjang kedua wilayah itu sejak Desember 2025 lalu, tetapi kini sebagian wilayah sudah mulai surut.

”Ini tetap mendapat atensi khusus. Nanti kami kebut lagi untuk percepatan pemulihannya. Karena, Kalsel (Kalimantan Selatan) ini juga harus kita tangani selain dari Sumut (Sumatera Utara), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh,” kata Wapres seusai meninjau kawasan permukiman yang masih tergenangi air di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Untuk melihat lokasi sawah di Kabupaten Banjar yang terendam banjir, Wapres menumpangi perahu karet. Setelah itu, Wapres turun dari perahu karet untuk menuju kawasan permukiman yang masih digenangi air. Tinggi genangan terentang dari 30 cm hingga 100 cm. Tampak sesekali Wapres berinteraksi dengan warga setempat sembari mengecek kawasan itu. 

Sebelum berkeliling ke lokasi banjir di Kabupaten Banjar, Wapres Gibran lebih dahulu mendatangi posko pengungsian di gedung bekas Puskesmas Sungai Tabuk. Di sana, ia menerima penjelasan mengenai penanganan bencana terkini sekaligus berinteraksi dengan para pengungsi. Kebetulan sebagian besar pengungsi terdiri dari kaum ibu dan anak-anak. Untuk itu, ia membagikan sejumlah mainan yang berwujud balok susun hingga mobil-mobilan kepada anak-anak.

”Jadi, Bapak, Ibu, ini saya pesan ke kepala daerah. Ini tolong warga yang mengungsi, terutama lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, ini saya lihat banyak sekali. Ini tolong diperhatikan. Pastikan dapur umum menyediakan makanan tiga kali sehari. Lalu, posko pengobatan pastikan juga selalu aktif 24 jam,” ujar Wapres kepada para pengungsi.

Wapres menjamin, nantinya rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir akan diperbaiki pemerintah.

Baca JugaTinjau Penanganan Banjir Sumatera, Wapres Gibran Janjikan Percepatan Pemulihan

Momen itu dimanfaatkan warga untuk menanyakan langsung nasib mereka setelah banjir. Salah satu pertanyaan yang terlontar mengenai pembiayaan perbaikan rumah rusak.

Menanggapi pertanyaan itu, Wapres menjamin, nantinya rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir akan diperbaiki pemerintah. Ia meminta, segenap warga terdampak untuk bersabar dan tinggal sementara di pengungsian selama genangan belum surut.

”Tadi seperti yang saya sampaikan, rumah yang rusak, rusak berat, nanti akan diperbaiki oleh pemerintah. Bapak dan Ibu untuk sementara mungkin di sini dulu dan nanti akan kami percepat pemulihannya,” kata Wapres. 

KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO
Wakil Presiden Gibran Rakabuming berjalan menyusuri permukiman terdampak banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026).

Keluhan lainnya yang diterima Wapres adalah soal sanitasi dan toilet. Pasalnya, tempat pengungsian yang dihuni ratusan orang itu hanya memiliki satu toilet portabel. Pihaknya menjanjikan akan segera menambahkan fasilitas toilet demi kenyamanan para pengungsi.

’Nanti yang kurang-kurang akan segera kami tambahkan, ya. Saya mohon maaf jika masih ada yang kurang dari pelayanan kami,” kata Wapres.

Pemulihan di Balangan

Saat meninjau daerah terdampak banjir di Kabupaten Balangan, Wapres mengunjungi Desa Ju’uh, Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan ini dilakukan Wapres dan rombongan sebelum menjangkau lokasi bencana di Kabupaten Banjar.

Berdasarkan pengamatan Kompas, Desa Ju’uh sudah tidak lagi digenangi air. Akan tetapi sejumlah akses jalan ke permukiman warga relatif licin karena masih berupa tanah dan belum kering setelah terendam banjir berhari-hari.

Sejumlah rumah yang berada di tepian sungai juga terlihat ambrol. Kendati demikian, upaya pemulihan sudah berjalan. Rumah-rumah yang tidak rusak pun sudah bisa ditinggali warga. Untuk itu, Wapres meminta warga kembali beraktivitas seperti biasa. Tak terkecuali anak-anak untuk kembali bersekolah. 

”Tadi saya perintah juga, Senin besok, adik-adiknya sudah mulai bersekolah seperti biasa,” kata Wapres.

Wapres meminta warga kembali beraktivitas seperti biasa. Tak terkecuali anak-anak untuk kembali bersekolah. 

Baca JugaTinjau Banjir di Bekasi, Wapres Ingatkan Pemenuhan Kebutuhan Warga Terdampak

SD Negeri Ju’uh termasuk salah satu lokasi yang ditinjau Wapres. Saat peninjauan, sebagian kelas terlihat sudah dibersihkan. Namun, kursi dan meja masih tertumpuk di luar kelas. Tampak pula alat elektronik rusak bertumpuk-tumpuk seperti smart screen, laptop, dan tablet yang sehari-hari digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan Abiji memperkirakan, ada ratusan alat elektronik sekolah yang rusak akibat bencana itu. Sejauh ini, sebut dia, pemerintah akan memberikan bantuan berupa alat tulis dan tas. Pihaknya juga akan memberikan dukungan bantuan serupa menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Kegiatan belajar mengajar, lanjut Abiji, juga sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Kebetulan memang momennya bertepatan hari-hari awal memasuki sekolah. Ia menargetkan waktu pemulihan akan berlangsung selama sepekan.

”Hari-hari ini belajar sesuai kondisinya. Silakan menggunakan mana kelas yang bisa digunakan. Ini kan masih ada yang dibersih-bersihkan. Jadi sementara menggunakan ruang yang ada. Bukan tidak belajar sama sekali,” kata Abiji.

Sementara itu, Bupati Balangan Abdul Hadi telah menyiapkan rencana jangka pendek untuk memperbaiki rumah-rumah yang mengalami kerusakan. Namun, ia juga berencana untuk memindahkan rumah-rumah warga yang lokasinya berada di bantaran sungai. Untuk itu, ia perlu melakukan sosialisasi terlebih dahulu. 

”Ada rencana relokasi ke depan sehingga dampaknya tidak terlalu berbahaya bagi masyarakat. Kalau kita biarkan mereka tetap di bantaran sungai, kan, risikonya lebih tinggi,” kata Abdul.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Patahkan Dominasi 20 Tahun, Penjualan Mobil China Salip Jepang
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Rutinitas Pagi Versi Realistis yang Bisa Kamu Jalani Setiap Hari
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kala Komedi Pandji Dibalas dengan Laporan Polisi
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Kenaikan Tarif Tiket Museum Nasional: Ketika Museum Negara Menjadi Eksklusif
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kreator Konten Sherly Annavita Diteror, Mobil Dipilox dan Data Diri Sang Adik Dijadikan Ancaman
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.