Garut (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kendikdasmen) menuntaskan program revitalisasi 143 sekolah berbagai tingkat di Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan dana senilai Rp133,9 miliar tahun anggaran 2025 untuk mendukung kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
"Yang sekarang di sini hampir semuanya sudah, yang sudah 100 persen adalah 143, dan yang mendekati 100 persen tinggal 13, akhir Januari sudah selesai," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti saat acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2025 di Aula Musaddadiyah, Garut, Kamis.
Baca juga: Kemendikdasmen merevitalisasi 382 SLB untuk ciptakan sekolah nyaman
Ia menuturkan sesuai dengan harapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk terus melakukan revitalisasi sekolah di berbagai tingkatan agar lebih baik dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Termasuk Kabupaten Garut mendapatkan program revitalisasi itu sebanyak 156 sekolah dengan rincian untuk tingkat pendidikan usia dini (PAUD) sebanyak 31 sekolah, SD sebanyak 52 sekolah, SMP sebanyak 31 sekolah.
Selanjutnya, SMA sebanyak 15 sekolah, SMK 20 sekolah, SLB 5 sekolah, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebanyak dua tempat.
"Revitalisasi itu karena ada yang ruang kelasnya kurang, ada yang memang sekolahnya rusak, dan ada yang juga mungkin hanya rehab beberapa, sehingga bervariasi antara satu sekolah dengan yang lain," katanya.
Ia menyampaikan program revitalisasi sekolah di tahun 2025 merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang merupakan bagian dari strategi besar untuk melakukan transformasi di berbagai bidang, khususnya pendidikan.
Program tersebut, kata dia, upaya pemerintah pusat untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, salah satunya dengan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh daerah Indonesia.
Baca juga: Wamendikdasmen-Komisi X DPR tinjau revitalisasi sekolah & MBG di Garut
Baca juga: Cuaca ekstrem, bangunan SD Negeri di Garut ambruk Senin dini hari
"Salah satu unsur penting dalam pendidikan yang unggul itu adalah keterpenuhan sarana dan prasarana, selain juga kualitas dari pendidik dan tenaga kependidikan," katanya.
Ia menambahkan secara nasional tahun anggaran 2025 melakukan revitalisasi untuk 16.171 satuan pendidikan, rencananya ditambah lagi sasaran revitalisasinya yang ditargetkan sebanyak 71.400 satuan pendidikan.
"Insya Allah kalau anggarannya sudah tersedia, kita akan melakukan revitalisasi untuk 71.400 sekian untuk satuan pendidikan di seluruh Indonesia," katanya.
"Yang sekarang di sini hampir semuanya sudah, yang sudah 100 persen adalah 143, dan yang mendekati 100 persen tinggal 13, akhir Januari sudah selesai," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti saat acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2025 di Aula Musaddadiyah, Garut, Kamis.
Baca juga: Kemendikdasmen merevitalisasi 382 SLB untuk ciptakan sekolah nyaman
Ia menuturkan sesuai dengan harapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk terus melakukan revitalisasi sekolah di berbagai tingkatan agar lebih baik dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Termasuk Kabupaten Garut mendapatkan program revitalisasi itu sebanyak 156 sekolah dengan rincian untuk tingkat pendidikan usia dini (PAUD) sebanyak 31 sekolah, SD sebanyak 52 sekolah, SMP sebanyak 31 sekolah.
Selanjutnya, SMA sebanyak 15 sekolah, SMK 20 sekolah, SLB 5 sekolah, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebanyak dua tempat.
"Revitalisasi itu karena ada yang ruang kelasnya kurang, ada yang memang sekolahnya rusak, dan ada yang juga mungkin hanya rehab beberapa, sehingga bervariasi antara satu sekolah dengan yang lain," katanya.
Ia menyampaikan program revitalisasi sekolah di tahun 2025 merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang merupakan bagian dari strategi besar untuk melakukan transformasi di berbagai bidang, khususnya pendidikan.
Program tersebut, kata dia, upaya pemerintah pusat untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, salah satunya dengan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh daerah Indonesia.
Baca juga: Wamendikdasmen-Komisi X DPR tinjau revitalisasi sekolah & MBG di Garut
Baca juga: Cuaca ekstrem, bangunan SD Negeri di Garut ambruk Senin dini hari
"Salah satu unsur penting dalam pendidikan yang unggul itu adalah keterpenuhan sarana dan prasarana, selain juga kualitas dari pendidik dan tenaga kependidikan," katanya.
Ia menambahkan secara nasional tahun anggaran 2025 melakukan revitalisasi untuk 16.171 satuan pendidikan, rencananya ditambah lagi sasaran revitalisasinya yang ditargetkan sebanyak 71.400 satuan pendidikan.
"Insya Allah kalau anggarannya sudah tersedia, kita akan melakukan revitalisasi untuk 71.400 sekian untuk satuan pendidikan di seluruh Indonesia," katanya.



