Puluhan Pesawat Militer AS Berkumpul di Pangkalan RAF Inggris, Muncul Spekulasi Potensi Serangan ke Iran

suarasurabaya.net
1 hari lalu
Cover Berita

Sejumlah pesawat militer Amerika Serikat (AS) terpantau berkumpul di beberapa pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) dalam sepekan terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan spekulasi potensi langkah militer AS kedepan.

Melansir laporan The Independent, berdasarkan data pelacakan penerbangan dan pengamatan komunitas pengamat pesawat, sejumlah C-17 Globemaster, pesawat angkut strategis serta AC-130J Ghostrider yang merupakan pesawat tempur pendukung darat milik militer AS, mendarat di Inggris sejak, Sabtu (3/1/2026) lalu.

Pesawat-pesawat tersebut diketahui berada di RAF Fairford (Gloucestershire) serta RAF Mildenhall dan RAF Lakenheath (Suffolk), pangkalan udara yang dioperasikan bersama oleh AS dan Inggris.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris mengonfirmasi pihaknya memberikan dukungan operasional yang telah direncanakan, termasuk penggunaan pangkalan udara, bagi aset militer AS. Namun, pemerintah Inggris menolak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait detail “aktivitas operasional” yang berlangsung.

Kedatangan pesawat-pesawat militer AS ini bertepatan dengan sejumlah operasi dan langkah agresif Washington di panggung internasional, termasuk pengejaran dan penyitaan kapal tanker minyak Marinera di Samudra Atlantik, serta meningkatnya ketegangan AS dengan Rusia, Venezuela, dan Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran juga menguat terkait kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran, menyusul pernyataan keras Donald Trump Presiden AS yang tidak menutup opsi langkah militer terhadap Teheran, jika negara tersebut mencoba membangun kembali program nuklirnya.

Sebelumnya, AS bersama Israel telah melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, tepatnya pada Juni 2025 lalu. Iran sendiri menyatakan tidak menginginkan perang, namun menegaskan siap melakukan pembalasan jika kembali diserang.

Para analis militer menilai pengerahan pesawat angkut berat seperti C-17 Globemaster biasanya berkaitan dengan mobilisasi pasukan, logistik, dan persiapan operasi jarak jauh, sementara kehadiran AC-130J Ghostrider mengindikasikan kesiapan dukungan tempur darat dalam skenario konflik bersenjata.

Situasi ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, terutama setelah Trump kembali melontarkan ambisi untuk menguasai Greenland, serta mengeluarkan ancaman terhadap sejumlah negara lain.

Keir Starmer Perdana Menteri Inggris, bersama para pemimpin Eropa, menegaskan penolakan terhadap langkah sepihak AS dan menekankan bahwa kedaulatan wilayah seperti Greenland tidak bisa diganggu gugat.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah pergerakan pesawat militer AS di Inggris berkaitan langsung dengan rencana operasi terhadap Iran. Namun, eskalasi aktivitas militer ini terus dipantau ketat oleh komunitas internasional di tengah meningkatnya risiko konflik global. (bil/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Namanya Melegenda di MotoGP, Marc Marquez Justru Tak Mau Anaknya Nanti Menjadi Seorang Pembalap
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Jonatan Christie Lolos ke Semifinal Malaysia Terbuka 2026
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
374.839 Pohon Ditanam PNM, Jejak Nyata Hijaukan Negeri di Hari Gerakan Satu Juta Pohon
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Profil Sidharto Reza Suryodipuro, Duta Besar RI yang Jadi Presiden Dewan HAM PBB
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Abu Kamara Dikabarkan Bakal Keluar dari PSM, Tomas Trucha Beri Jawaban
• 16 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.