tvOnenews.com - Bagi mata orang awam, bola padel mungkin terlihat identik dengan bola tenis. Keduanya berwarna kuning neon, berbahan felt, dan memiliki ukuran yang hampir sama.
Namun, jika kamu mencoba menggunakan bola tenis di lapangan padel, kamu akan segera menyadari perbedaannya.
Padel memiliki karakteristik permainan yang sangat bergantung pada pantulan dinding, sehingga bola yang digunakan pun dirancang dengan spesifikasi teknis yang berbeda.
- Unsplash/Gabriel Martin
Perbedaan utama terletak pada tekanan internal. Bola padel memiliki tekanan yang lebih rendah dibandingkan bola tenis.
Tekanan bola padel berkisar antara 10-11 psi, sedangkan bola tenis biasanya berada di atas 14 psi.
Tekanan yang lebih rendah ini membuat bola padel membal sedikit lebih lambat, memberikan pemain waktu lebih banyak untuk bereaksi di lapangan yang ukurannya hanya sepertiga dari lapangan tenis.
Selain itu, bola padel memiliki diameter yang sedikit lebih bervariasi, yakni antara 6,35 cm hingga 6,77 cm, tapi beratnya hampir serupa.
Menggunakan bola tenis di lapangan padel akan membuat permainan menjadi terlalu cepat dan liar, yang justru merusak esensi taktis dari olahraga ini.
Jenis-Jenis Bola Padel di Pasaran- Pexels/Timothy Yiadom
Secara umum, bola padel dikategorikan menjadi dua jenis utama berdasarkan kecepatan dan kondisi lingkungan, yakni pro dan standar.
Bola pro atau speed dirancang untuk permainan yang cepat. Biasanya digunakan di tempat dengan ketinggian rendah (tekanan udara tinggi) atau di cuaca yang dingin di mana bola cenderung kurang membal. Bola tipe speed ini membantu pemain melakukan smash yang lebih bertenaga.
Sementara itu, bola standar memiliki tekanan yang lebih stabil dan dirancang untuk kontrol yang lebih baik.
Sangat cocok untuk pemula atau digunakan di cuaca panas, di mana suhu udara yang tinggi sudah secara alami membuat bola menjadi lebih "aktif" dan liar.
Kapan Harus Mengganti Bola?- Pexels/Timothy Yiadom
Bola padel kehilangan tekanannya setiap kali dipukul dan bahkan saat disimpan di dalam tas. Bola yang sudah "mati" atau kehilangan tekanan tidak akan memantul dengan benar di dinding kaca, sehingga merusak ritme permainan.



