Tangerang Optimalkan Produksi Beras dengan Memanfaatkan Lahan Tersedia

republika.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG, – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten, mengoptimalkan peran kelompok tani untuk mendukung produksi pangan khususnya beras, dengan target lebih dari 1.600 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari lahan sawah yang tersedia.

Menurut Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun, meskipun lahan sawah di daerah tersebut semakin berkurang, namun potensi yang ada tetap bisa dimaksimalkan. Tahun 2025, produksi GKP diperkirakan mencapai 1.692 ton yang dapat dikonversi menjadi sekitar 846 ton beras dari 98 hektare sawah yang ada.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun 2024 yang mencatat produksi GKP sebanyak 1.542 ton. DKP Kota Tangerang menyiapkan langkah strategis untuk mendukung program swasembada beras dengan memanfaatkan lahan sawah yang tersisa, seperti di Blok Tani Rawa Depan, Benda, dan beberapa lokasi lainnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Muhdorun menambahkan, pihaknya akan mendorong kelompok tani untuk melakukan intensifikasi produksi dengan tiga kali panen dalam setahun. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas beras di Kota Tangerang secara signifikan.

Dukungan Pemkot Tangerang

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan bahwa di Kota Tangerang terdapat 98 hektare lahan kosong serta 13 kelompok tani dan 113 kelompok wanita tani. Pemkot memberikan dukungan berupa traktor, pompa air, dan alat pengolahan sawah kepada para petani.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain itu, Pemkot juga berupaya memperbaiki saluran irigasi yang bermasalah untuk memastikan para petani dapat tetap panen maksimal meskipun di musim kemarau.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Wanti-wanti Macet dan Genangan Saat Pembongkaran Tiang Monorel
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Penyaluran Rumah Subsidi Hanya 82,95% Sepanjang 2025, Ini Kendalanya
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Titiek Soeharto Dorong Ekspor Beras dan Jagung Usai Swasembada
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pembukaan ToT Guru Pendamping SSH di Paniai, Perkuat Literasi Anak Sekolah Dasar
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.