PERSATUAN Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) kembali mematok target tinggi di kancah internasional. Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air tersebut kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Ketua Umum PABSI, Rosan Roeslani, menegaskan ambisi tersebut sejalan dengan tradisi prestasi yang selama ini terjaga di bawah kepengurusannya.
Rosan optimistis tim angkat besi Indonesia mampu melanjutkan tren positif tersebut di level Asia maupun dunia.
“Target kami selalu coba ya tertinggi. Asian Games, alhamdulillah sejak pengurusan saya, kita kan berhasil mendapatkan emas di Asian Games. Alhamdulillah mendapatkan medali pas di Olimpiade, berhasil menjadi juara dunia, dan target kita kemarin di Asian Games, kita mencanangkan emas, dan di olimpiade 2028 kita juga mencanangkan medali emas,” ujar Rosan dalam keterangan resmi, Kamis (8/1).
Apresiasi Prestasi SEA Games 2025Optimisme PABSI bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, tim angkat besi Indonesia tampil impresif di SEA Games 2025 dengan membawa pulang total delapan medali, yang terdiri dari tiga medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Atas capaian tersebut, para atlet telah menerima bonus dari pemerintah sesuai janji Presiden Prabowo Subianto. Peraih medali emas perseorangan mendapatkan Rp1 miliar, kategori ganda Rp800 juta, dan kategori beregu sebesar Rp500 juta.
Selain bonus dari pemerintah, Rosan mengungkapkan PABSI telah menyiapkan apresiasi tambahan bagi para atlet dan pelatih sebagai bentuk perhatian organisasi terhadap kesejahteraan mereka.
“Kami alhamdulillah sih selalu menambah bonus, tapi kami tidak menjanjikan di awal. Kami di akhir setelah berprestasi,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi tersebut.
Rosan menambahkan bahwa perhatian PABSI tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga jaminan masa depan.
“Kami alhamdulillah waktu kemarin di Olimpiade, (atlet) kami mendapat emas, kami memberikan rumah, kami berikan asuransi yang sifatnya jangka panjang, dan nanti juga insya Allah kami akan berikan sebagai perhatian terhadap prestasi kepada atlet dan kepada pelatih,” paparnya.
Tradisi Emas IndonesiaAngkat besi terus mengukuhkan diri sebagai cabang olahraga andalan Indonesia dalam mendulang prestasi di kancah global.
Sejarah mencatat torehan gemilang dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari emas Eko Yuli Irawan di Asian Games 2018, hingga medali perak dan perunggu pada Olimpiade 2020.
Estafet prestasi tersebut berlanjut pada Asian Games 2022 melalui emas Rahmat Erwin Abdullah di kelas 73 kg putra. Puncaknya terjadi pada Olimpiade 2024, saat Rizki Juniansyah berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya setelah meraih medali emas di kelas yang sama. (Ant/Z-1)





