Keputusan Suzuki menghentikan penjualan Suzuki Baleno di pasar mobil baru pada 2025 ternyata tak serta-merta berdampak negatif pada pasar mobil bekas. Di sejumlah sentra jual beli mobil bekas, nama Baleno justru masih memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen.
Pemilik lapak mobil di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, menyebut Baleno tetap menjadi salah satu model yang relatif mudah dipasarkan meski statusnya sudah tidak lagi dijual dalam kondisi baru. Menurutnya, faktor nama besar dan rekam jejak Baleno di Indonesia menjadi modal utama di pasar mobil bekas.
“Baleno sih masih bagus ya, mau disuntik mati juga tetap di bekas mah laku aja, banyak banget yang nyari,” ujar Peter saat ditemui kumparan.
Peter menjelaskan, Baleno tahun produksi 2019 hingga 2020 menjadi periode yang paling diminati konsumen saat ini. Rentang tahun tersebut dinilai menawarkan keseimbangan antara harga, kondisi kendaraan, serta usia pakai yang masih ideal.
“Yang 2019–2020 itu sekarang lagi laku. Harganya kurang lebih di Rp 155–165 juta, tergantung kondisi,” jelasnya.
Sementara itu, Baleno dengan tahun produksi lebih muda seperti 2024 masih berada di atas kisaran harga Rp 200 jutaan. Kondisi tersebut membuat pergerakannya di pasar mobil bekas relatif lebih lambat.
“Kalau yang 2024 masih di atas Rp 200 jutaan. Untuk Suzuki, jujur aja, lebih kuat jualan di bawah Rp 200 juta, di angka Rp 150 jutaan. Kalau sudah di atas Rp 200 juta, agak susah,” tambahnya.
Dari sisi kondisi kendaraan, unit Baleno dengan jarak tempuh rendah masih bisa mendapatkan harga lebih tinggi. Peter menyebut, Baleno lansiran 2020 dengan kilometer rendah masih memungkinkan dilepas hingga Rp 170 juta.
Lebih jauh, ia menilai kuatnya pasar Baleno tak lepas dari faktor historis. Model ini sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1995 dan memiliki basis konsumen yang loyal.
“Baleno itu kan sudah ada sejak lama. Konsumennya sudah ngelotok. Banyak yang dulu pernah punya Baleno, sekarang ingin punya lagi, upgrade ke model paling baru. Kadang faktor nostalgia juga,” kata Peter.
Soal profil pembeli, pasar Baleno terbilang cukup luas dan lintas generasi. Mulai dari anak muda hingga konsumen usia 30 tahun ke atas masih menjadikan hatchback ini sebagai pilihan.
“Campur konsumennya. Ada anak muda, ada juga yang umur 30-an ke atas,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, suntik mati di pasar mobil baru tak serta-merta mematikan pamor Baleno di pasar mobil bekas. Justru, status discontinued kerap membuat model ini tetap dicari karena dinilai matang secara produk dan harga yang lebih rasional.





