Setelah PPPK KemenHAM, Pemerintah Siapkan Skema CPNS 2026

harianfajar
21 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Pemerintah resmi memulai rangkaian rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026. Tahap awal ditandai dengan dibukanya seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM). Bersamaan dengan itu, perhatian publik mulai tertuju pada satu agenda besar berikutnya: pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026.

Seleksi PPPK KemenHAM 2026 dibuka sejak 7 Januari dan akan berlangsung hingga 23 Januari 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Antusiasme masyarakat terpantau tinggi, seiring kembali terbukanya peluang menjadi ASN setelah beberapa tahun terakhir rekrutmen lebih banyak difokuskan pada jalur PPPK.

Pada seleksi kali ini, KemenHAM menyediakan 500 formasi, yang tersebar di unit pusat hingga 38 kantor wilayah di seluruh Indonesia. Formasi tersebut difokuskan pada jabatan fungsional yang membutuhkan keahlian dan pengalaman kerja tertentu, seperti analis sumber daya manusia aparatur, perencana, penata layanan operasional, hingga tenaga kesehatan.

Pembukaan PPPK ini menegaskan arah kebijakan pemerintah yang masih memprioritaskan penataan tenaga non-ASN atau honorer. Sejalan dengan Undang-Undang ASN terbaru, PPPK kini memiliki kedudukan setara dengan PNS, termasuk dalam hal pengembangan kompetensi, penghargaan kinerja, jaminan sosial, dan perlindungan hukum.

CPNS 2026 Masuk Tahap Persiapan

Di tengah berlangsungnya seleksi PPPK, pemerintah memastikan bahwa seleksi CASN 2026, termasuk CPNS, tengah disiapkan meski belum dibuka secara resmi. Proses ini berada di bawah koordinasi Kementerian PANRB, dengan dukungan BKN serta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyebut pembahasan CASN 2026 telah dilakukan di berbagai forum. Namun hingga awal Januari 2026, pemerintah masih menunggu usulan kebutuhan formasi dari masing-masing instansi.

“Ini sering kita bahas dalam berbagai forum. Saat ini masih menunggu permintaan formasi dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota,” ujar Zudan, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, seleksi CPNS tidak akan dibuka sebelum kebutuhan pegawai dihitung secara matang. Pemerintah ingin memastikan rekrutmen ASN benar-benar berbasis kebutuhan riil, bukan sekadar membuka lowongan besar tanpa perencanaan jangka panjang.

Regenerasi ASN Jadi Fokus, Fresh Graduate Dapat Sinyal Positif

Menteri PANRB Rini Widyantini sebelumnya telah memberi sinyal kuat bahwa seleksi CPNS ke depan akan lebih berpihak pada regenerasi birokrasi. Lulusan baru atau fresh graduate disebut akan mendapat porsi lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Saya sangat concern terhadap regenerasi ASN dan tentu para fresh graduate. Selama ini kita memang banyak fokus menyelesaikan tenaga honorer,” ujar Rini pada Desember 2025 lalu.

Ia menegaskan, dalam beberapa tahun ke depan gelombang pensiun ASN akan terus meningkat. Kondisi ini menuntut masuknya tenaga muda yang adaptif, melek teknologi, serta mampu bekerja dalam sistem birokrasi yang semakin digital dan berbasis kinerja.

“Ke depan, saya berharap bisa lebih fokus memberi ruang bagi fresh graduate untuk menjadi bagian dari birokrasi,” tambahnya.

Pernyataan ini menjadi angin segar bagi generasi muda yang selama ini menilai peluang CPNS kian terbatas akibat dominasi jalur PPPK.

Menunggu Peta Kebutuhan 48 Kementerian dan Lembaga

Rini juga menjelaskan bahwa pembukaan seleksi CASN 2026 akan berbasis analisis kebutuhan jangka menengah dan panjang. Saat ini terdapat 48 kementerian dan lembaga yang diminta menyusun peta kebutuhan pegawai sesuai strategi pembangunan lima tahun ke depan.

Pendekatan ini tidak sekadar menghitung kekurangan pegawai, tetapi juga menyesuaikan kompetensi ASN dengan arah kebijakan nasional.

“Untuk 2026, karena kementerian sudah berjumlah 48, saya sudah meminta masing-masing melakukan analisis kebutuhan sesuai strategi lima tahun ke depan,” jelas Rini.

Lalu, Kapan CPNS 2026 Dibuka?

Hingga awal Januari 2026, belum ada jadwal resmi pembukaan pendaftaran CPNS 2026. Pemerintah masih berada pada tahap pengumpulan dan verifikasi kebutuhan formasi dari seluruh instansi pusat dan daerah.

Jika merujuk pola tahun-tahun sebelumnya, seleksi CPNS umumnya dibuka setelah tahapan besar PPPK berjalan atau mendekati rampung. Karena itu, masyarakat diimbau terus memantau pengumuman resmi dari KemenPANRB dan BKN, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Sambil menunggu kepastian CPNS 2026, pemerintah mengajak masyarakat memanfaatkan peluang yang sudah tersedia, termasuk seleksi PPPK KemenHAM yang saat ini masih berlangsung.

Satu hal yang kini semakin jelas: PPPK menjadi jalur penguatan tenaga fungsional berpengalaman, sementara CPNS disiapkan sebagai pintu regenerasi ASN dan ruang masuk bagi generasi muda ke dalam birokrasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Panglima TNI Jenderal Agus Ingin Buat Batalyon Olahraga
• 22 jam laluidntimes.com
thumb
Pasca Banjir Tiga Provinsi, BNPB Bangun 2.500 Huntara
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Huawei MatePad 12 X 2026 Rilis, Bonus Stylus dan Keyboard Canggih, Ini Harganya
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Gugat Denada soal Penelantaran Anak, Ressa Rizky Akui Tak Pernah Dinafkahi
• 3 jam laluinsertlive.com
thumb
Pemerintah Fokus Percepatan Data untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra
• 17 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.