TEHERAN - Pemerintah Iran dilaporkan menutup akses internet secara nasional di tengah meluasnya gelombang protes anti-pemerintah yang melanda berbagai kota. Kelompok pemantau internet global NetBlocks melaporkan pemadaman tersebut terjadi pada Kamis 9 Januari 2026, saat situasi keamanan memburuk akibat kerusuhan yang terus meluas.
Berdasarkan kutipan dari RTNews, Jumat (9/1/2026). Kota-kota di Iran telah menjadi lokasi aksi protes sejak akhir Desember lalu. Gelombang unjuk rasa dipicu oleh melonjaknya biaya hidup, hiperinflasi, serta melemahnya nilai mata uang di tengah krisis ekonomi berkepanjangan yang diperparah oleh sanksi internasional.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran terkait durasi dan cakupan pemadaman internet tersebut. Namun, langkah ini dinilai sebagai upaya untuk membatasi arus informasi dan koordinasi massa di tengah eskalasi protes.
Kerusuhan yang disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir itu dengan cepat menyebar ke sejumlah kota besar dan kecil. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan telah terjadi bentrokan mematikan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sejumlah demonstran juga dilaporkan menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang ditahan.




