Bisnis.com, JAKARTA — PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TRON) berencana menambah kegiatan usaha dengan masuk ke ekosistem kendaraan listrik, mencakup bisnis stasiun pengisian dan penukaran baterai kendaraan listrik.
Corporate Secretary TRON, Wendi, menyampaikan bahwa perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan lini usaha tersebut melalui rapat khusus.
“Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 18 Februari 2026,” ujar Wendi dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (9/1/2025).
Adapun penambahan kegiatan usaha yang diusulkan mencakup dua Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang berkaitan langsung dengan ekosistem kendaraan listrik, yakni KBLI 35132 tentang aktivitas penyimpanan tenaga listrik berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), serta KBLI 35133 tentang pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Wendi menyebut penambahan KBLI tersebut bertujuan untuk memperluas portofolio usaha perseroan, menangkap peluang pertumbuhan pasar kendaraan listrik seiring kebijakan pemerintah, serta memperkuat sinergi dengan kegiatan usaha perseroan di bidang teknologi transportasi dan inovasi digital.
Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan telah memperoleh studi kelayakan dari Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal, Deny Kamal, dan Rekan (KJPP YDR). Studi tersebut mencakup analisis aspek pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, serta keuangan, yang seluruhnya menyimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha dinyatakan layak untuk dijalankan.
Baca Juga
- Teknologi Karya (TRON) Bakal Luncurkan Taksi dan Angkot Listrik Swap Battery
- RUPS Teknologi Karya (TRON) Rombak Pengurus dan Setujui Rights Issue
- Teknologi Karya (TRON) Angkat Satu Komisaris dan Dua Direksi Baru
Dari sisi keuangan, studi kelayakan menunjukkan indikator yang positif, antara lain nilai net present value (NPV) sebesar Rp357,49 miliar, internal rate of return (IRR) 48,91%, profitability index (PI) 5,51, serta payback period selama 3 tahun 11 bulan. Berdasarkan proyeksi tersebut, kegiatan usaha baru dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan.
Selain itu, perseroan juga menyatakan telah mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia dan aspek manajerial untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru, termasuk strategi pemenuhan tenaga kerja, pelatihan, serta pengelolaan risiko operasional.
Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham tidak hanya atas penambahan kegiatan usaha, tetapi juga perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dalam Anggaran Dasar Perseroan melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 18 Februari 2026.
TRON Luncurkan Taksi & Angkot Listrik Swap BatterySebelumnya, TRON mengumumkan akan meluncurkan taksi dan angkot listrik berbasis pertukaran baterai atau swap battery. Direktur Utama TRON, David Santoso, menyampaikan bahwa program ini akan dimulai dalam waktu dekat melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dan akan diperluas ke daerah lain. Inovasi tersebut dinilai menjadi langkah perseroan untuk menghadirkan transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Perseroan menawarkan armada transportasi publik berbasis battery swap dengan sistem battery as a service (BaaS). “Solusi ini dirancang untuk mengatasi isu biaya investasi awal yang tinggi, waktu pengisian daya, dan jangkauan,” ujar David dalam keterangan tertulis, Jumat (19/9/2025).
TRON juga bekerja sama dengan China Hualong International Construction Corporation (Sinoron) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) untuk memacu ekosistem kendaraan berbasis swap battery. Kemitraan tersebut mencakup pengembangan jaringan kendaraan listrik, fasilitas pertukaran baterai, serta infrastruktur dan komponen pendukung lainnya di Indonesia.
IBC nantinya akan memastikan pasokan baterai dan membangun infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas penukaran baterai di berbagai lokasi strategis, sementara Sinoron akan berinvestasi menghadirkan kendaraan listrik sesuai kebutuhan pasar. TRON akan mengembangkan jaringan armada kendaraan listrik untuk transportasi umum di dalam negeri.
Business and Project Development Division Head IBC, Adhietya Saputra, menuturkan pembangunan ekosistem kendaraan listrik tidak bisa berjalan sendiri dan harus melibatkan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah.
“Dukungan pemerintah sangat diperlukan, baik dalam menetapkan roadmap yang jelas dan terukur, pemberian insentif kepada pelaku industri, maupun standardisasi dari aspek kualitas dan keselamatan,” pungkas Adhietya.



