Ramai Isu Superflu: Perlukah Kita Khawatir?

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Belakangan ini, istilah superflu ramai diperbincangkan di media sosial dan kalangan masyarakat Indonesia. Banyak orang mengeluhkan gejala flu yang terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Beberapa bahkan khawatir apakah ini pertanda akan ada pandemi baru seperti COVID-19 yang lalu. Namun sebenarnya, apa yang dimaksud dengan superflu ini? Apakah memang lebih berbahaya? Dan yang paling penting, bagaimana kita harus menyikapinya?

Istilah superflu sebenarnya bukanlah terminologi medis resmi yang digunakan oleh para dokter atau ilmuwan. Kata ini muncul di masyarakat dan media sebagai respons terhadap tingkat penyebaran virus flu yang sangat cepat akhir-akhir ini.

Para ilmuwan pertama kali mendeteksi varian ini pada Juni 2025 dan sejak saat itu virus ini menyebar dengan sangat cepat ke berbagai negara. Virus H3N2 sendiri sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi dunia kesehatan.

Virus ini pernah menyebabkan pandemi di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kembali menjadi penyebab peningkatan kasus flu pada tahun 2024 hingga 2025, khususnya pada kelompok anak-anak.

Berdasarkan investigasi Kementerian Kesehatan, varian influenza A subclade K ini sudah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025.

Sampai dengan akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus influenza A subclade K telah ditemukan di delapan provinsi di Indonesia. Tiga provinsi dengan kasus terbanyak adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Yang menarik, mayoritas kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak-anak.

Data dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) terhadap 843 spesimen positif influenza menunjukkan bahwa dari 348 sampel yang menjalani pemeriksaan WGS sudah dideteksi terkena virus subclade K.

Meskipun angka ini mungkin terdengar mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa kondisi di Indonesia masih terkendali dan belum menunjukkan dampak yang lebih fatal dibanding varian sebelumnya.

Penyebaran virus yang cepat ini juga diperburuk oleh faktor musiman. Virus influenza cenderung meningkat saat suhu lebih dingin, terutama ketika memasuki musim hujan. Di Indonesia, kondisi cuaca yang tidak menentu dengan pergantian antara panas terik dan hujan deras menciptakan lingkungan yang ideal bagi virus untuk berkembang biak dan menyebar.

CDC dan berbagai organisasi kesehatan utama merekomendasikan vaksin flu untuk hampir semua orang berusia 6 bulan ke atas. Flu sangat berbahaya bagi orang berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, anak kecil, dan orang dengan masalah kesehatan kronis. Rekomendasi terkait vaksin flu tidak berubah dan tetap menjadi cara terbaik untuk melindungi diri dan keluarga.

Selain vaksinasi, langkah-langkah pencegahan sederhana, tetapi efektif dapat dilakukan sehari-hari. Memakai masker di tempat umum dan mencuci tangan dengan benar adalah cara efektif untuk mencegah penyebaran virus.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, setelah batuk atau bersin, dan setelah menyentuh permukaan yang sering disentuh orang banyak. Jika tidak ada air dan sabun, hand sanitizer berbasis alkohol minimal 70 persen dapat digunakan sebagai alternatif.

Menjaga daya tahan tubuh tetap optimal adalah kunci utama dalam melawan infeksi. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin dan mineral, tidur cukup 7-8 jam per hari, olahraga teratur, kelola stres dengan baik, dan hindari merokok. Sistem kekebalan tubuh yang kuat adalah pertahanan alami terbaik melawan virus flu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Luis Enrique Pilih Tinggalkan PSG demi Manchester United
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Totalitas Tanpa Kompromi, Randy Pangalila Tancap Gas di Series Action, Algojo
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Gubernur Sebut Produk Beredar di Sumbar Wajib Bersertifikat Halal
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Januari 2026
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
MNC Peduli Salurkan 10 Ton Bantuan ke Desa Bengkelang Aceh Tamiang
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.