Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan negaranya tidak akan tunduk kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meski AS mengeklaim memegang kendali atas Venezuela setelah menggulingkan pendahulunya, Nicolas Maduro. Dia juga menegaskan tidak akan menyerah.
"Kami tidak tunduk atau ditaklukkan," kata Rodriguez dalam sebuah upacara untuk 100 warga Venezuela yang tewas selama serangan AS sebagaimana dilansir AFP, Jumat (9/1/2026).
Dia menegaskan tidak akan menyerah. Rodriguez menegaskan akan terus mempertahankan Venezuela.
"Tidak ada yang menyerah. Ada pertempuran untuk tanah air," ketika pasukan AS menyerang pada 3 Januari, katanya.
Sebelumnya, AS mengklaim memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara Venezuela. Hal ini diklaim usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Dilansir AFP, Kamis (8/1), Presiden Donald Trump akan bertemu dengan para eksekutif minyak AS pada Jumat (9/1) besok untuk membahas rencana sektor minyak Venezuela. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut keputusan otoritas sementara Venezuela tentu akan didikte AS.
"Jelas kami memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini," kata Leavitt dalam sebuah konferensi pers.
"Kami terus berkoordinasi erat dengan otoritas sementara, dan keputusan mereka akan terus didikte oleh Amerika Serikat," tambahnya.
Saksikan Live DetikPagi:
Simak Video '100 Orang Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela':
(zap/fas)




