Tiga WNI Terjebak di Socotra Yaman Imbas Serangan Saudi, Kemlu Pastikan Aman

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan tiga warga negara Indonesia (WNI) terjebak di Pulau Socotra, Yaman. Hal ini menyusul serangan koalisi Arab Saudi ke kelompok separatis di Yaman.

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan kasus tersebut diketahui sejak awal Januari 2026 dan kini tengah ditangani.

“KBRI Muscat telah menerima informasi dari Satgas Perlindungan WNI di Yaman bahwa ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra Yaman pada tanggal 3 Januari lalu,” ujar Heni di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, ketiga WNI tersebut terjebak di Socotra karena tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut setelah Pemerintah Arab Saudi menutup wilayah udara Yaman.

“Nah, mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup oleh Pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke Pelabuhan Makalla Yaman, pada tanggal 30 Desember lalu,” kata Heni.

“Dan para WNI ini tidak dapat keluar dari Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi,” lanjutnya.

Heni menambahkan, ketiga WNI itu masuk ke Socotra melalui jasa operator wisata internasional.

“Ketiga WNI tersebut masuk ke Socotra melalui jasa operator wisata Tour Socotra yang berbasis di Uni Emirat Arab,” jelasnya.

Penanganan kasus ini, lanjut Heni, melibatkan sejumlah perwakilan RI di kawasan tersebut, termasuk KBRI Muscat, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta KJRI Jeddah.

“Nah, kasus ketiga WNI ini tengah ditangani oleh beberapa perwakilan kita di kawasan antara lain KBRI Muscat, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, KBRI Abu Dhabi, dan KJRI Jeddah,” ucapnya.

Kemlu memastikan seluruh perwakilan RI telah menjalin komunikasi langsung dengan ketiga WNI tersebut untuk memantau kondisi mereka. Ia menegaskan, berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi ketiga WNI dalam keadaan aman.

“Dan semua perwakilan sudah berkomunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka,” kata Heni.

“Jadi berdasarkan pemantauan terakhir, bahkan tadi pagi kami masih berkomunikasi, seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman,” sambung dia.

Heni juga menyampaikan penerbangan dari Socotra mulai dibuka kembali sejak Rabu (7/1). Namun, pada penerbangan perdana, ketiga WNI belum dapat ikut diberangkatkan.

“Nah, kemudian mulai kemarin tanggal 7 Januari penerbangan sudah mulai dibuka dan pada penerbangan pertama yaitu maskapai Yemenia Airways, ketiga WNI tersebut belum ikut terangkut. Meski pun sebetulnya namanya sudah dimasukkan oleh pihak travel dan telah diupayakan oleh perwakilan RI,” jelasnya.

Saat ini, Kemlu dan perwakilan RI terus mengupayakan pemulangan ketiga WNI tersebut melalui penerbangan lanjutan.

“Nah, rencananya pada hari ini, nanti jam 1 siang dan juga besok ada penerbangan berikutnya ke Jeddah, dan perwakilan kita di Muscat maupun Abu Dhabi tengah mendorong agar ketiga WNI tersebut bisa ikut dalam penerbangan tersebut,” tutur Heni.

“Dan tentunya kita akan terus mengawal kasus ketiga WNI stranded ini,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Al Ressa Ngaku Anak Kandung Denada, Kini Bekerja sebagai Pramusaji dan Hidup Jauh dari Dunia Hiburan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Nasib Bumi Saat Manusia Punah Menurut Ilmuwan Oxford
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kok Trump Malah Bela Agen Imigrasi AS yang Tembak Mati Wanita?
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pemkot Batam Salurkan Bantuan Rp4,8 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
6 Minuman yang Bikin Kulit Tampak Menua dan Kusam, Menurut Ahli Gizi Harvard
• 13 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.