Yenny Wahid Ungkap Career Path Atlet Panjat Tebing: Banyak yang Mau Naturalisasi

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid, memaparkan skema career path atau jalur karier atlet panjat tebing Indonesia setelah masa prestasi mereka di arena kompetisi.

Hal tersebut disampaikan Yenny usai menghadiri agenda penyerahan Bonus Atlet SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Yenny menjelaskan, FPTI telah menyiapkan pembinaan berkelanjutan bagi atlet, termasuk pelatihan pengelolaan keuangan agar bonus dan penghasilan atlet dapat dimanfaatkan untuk masa depan.

“Di panjat tebing, kami sudah melakukan pelatihan finansial. Atlet berprestasi diminta bisa mengelola uangnya dengan baik,” ujar Yenny.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Selain itu, wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden IFSC Asia pun melanjutkan bahwa karena sebagian besar atlet panjat tebing tidak berlatar belakang militer, FPTI membuka jalur karier melalui Aparatur Sipil Negara (ASN). Di sisi lain, FPTI juga mendorong atlet untuk menempuh pendidikan formal setinggi mungkin.

“Rata-rata atlet panjat tebing pendidikannya kami utamakan. Banyak dari mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister,” katanya.

Baca Juga

  • Target Ambisius Bahlil, Keberhasilan B50 Bisa Setop Impor Solar 2026
  • Jalur Lapang Profit GOTO setelah 2 Tahun Tokopedia Diambil Alih ByteDance

Menurut Yenny, jalur karier atlet panjat tebing relatif jelas. Selain ASN, atlet juga bisa beralih menjadi pelatih setelah masa aktif bertanding berakhir. Bahkan, prestasi atlet panjat tebing Indonesia kini menarik perhatian negara lain.

“Panjat tebing Indonesia dilirik oleh negara lain, bahkan ada yang diminta untuk melakukan naturalisasi untuk mewakili negara tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, hingga saat ini atlet-atlet panjat tebing Indonesia masih menunjukkan loyalitas kepada Indonesia. Namun, Yenny membuka kemungkinan bagi atlet senior yang sudah melewati usia puncak prestasi untuk mempertimbangkan tawaran dari luar negeri.

“Ini bukan soal patriotisme atau nasionalisme semata. Kalau mereka berlaga di luar negeri karena career path di dalam negeri sudah tidak memungkinkan atau persaingannya sangat ketat, menurut saya itu bukan masalah, karena tetap mengharumkan nama bangsa,” jelasnya.

Kendati demikian, Yenny menegaskan FPTI melarang atlet-atlet utama Indonesia untuk berpindah kewarganegaraan.

“Asal jangan atlet-atlet utama, karena atlet utama kita larang untuk dinaturalisasi,” pungkas Yenny.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Big Match Beruntun! Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Afrika 2025
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Donasi ke Masjid Gunungkidul yang Dirobohkan-Ditipu Donatur Capai Rp 1 M
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Klasemen Serie A Liga Italia Usai AC Milan Ditahan Imbang Genoa 1-1
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Inara Rusli Menyesal Pernah Bilang Tak Ada Perempuan Baik yang Mau Sama Suami Orang
• 14 jam laluinsertlive.com
thumb
Eri Cahyadi Minta Pengusaha di Surabaya Lapor Jika Diintimidasi Oknum
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.