Sunah Rasul di Hari Jumat: 7 Amalan Shahih dan Koreksi Mitos Perempuan

mediaindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita

HARI Jumat adalah tuan dari segala hari (sayyidul ayyam). Bagi umat Islam, hari ini bukan sekadar penanda akhir pekan, melainkan momentum emas untuk mendulang pahala. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada hari ini melalui berbagai riwayat hadis yang shahih.

Berdasarkan riwayat Muslim (No. 854), Nabi SAW bersabda: "Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat."

Berikut adalah panduan lengkap amalan sunah di hari Jumat yang telah divalidasi berdasarkan dalil-dalil shahih, serta pelurusan pemahaman mengenai ibadah perempuan di hari ini.

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat dan Syarat Sahnya Menurut Mazhab Syafii

7 Amalan Sunah Utama di Hari Jumat 1. Membaca Surah Al-Kahfi

Membaca Surah Al-Kahfi adalah amalan dengan keutamaan luar biasa. Waktunya terbentang luas mulai dari terbenamnya matahari di hari Kamis (malam Jumat) hingga terbenamnya matahari di hari Jumat.

  • Keutamaan: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat." (HR. An-Nasa'i dan Baihaqi; Shahih Al-Jami' no. 6470).
2. Memperbanyak Shalawat Nabi

Rasulullah SAW secara spesifik meminta umatnya untuk meningkatkan kuantitas shalawat pada hari ini. Ini adalah cara tercepat untuk mendekatkan posisi kita dengan Nabi di akhirat kelak.

  • Dalil: "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat." (HR. Baihaqi).

Baca juga: 11 Sunah Hari Jumat yang Dianjurkan Umat Islam Lakukan

3. Mandi Jumat (Ghusl)

Membersihkan seluruh tubuh (mandi besar) sebelum berangkat shalat Jumat hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sangat ditekankan) menurut mayoritas ulama (Jumhur), termasuk Mazhab Syafi'i yang umum dianut di Indonesia.

  • Tujuan: Menghilangkan bau badan agar tidak mengganggu jamaah lain dan malaikat.
4. Datang Lebih Awal (Meraih Pahala Unta)

Terdapat kompetisi spiritual di pagi hari Jumat. Malaikat berdiri di pintu masjid mencatat siapa yang datang pertama.

Urutan Kedatangan Perumpamaan Pahala (HR. Bukhari & Muslim) Gelombang Pertama Berkurban seekor Unta Gelombang Kedua Berkurban seekor Sapi Gelombang Ketiga Berkurban seekor Domba Terakhir (Sebelum Imam Naik Mimbar) Berkurban sebutir Telur

Catatan: Ketika imam naik mimbar, malaikat menutup buku catatan dan ikut mendengarkan khutbah.

Baca juga: Khutbah Jumat Tiga Penyebab Kehancuran suatu Umat

5. Memakai Wewangian dan Bersiwak

Bagi laki-laki, disunahkan memakai parfum terbaik yang dimilikinya dan membersihkan gigi (bersiwak) sebelum menuju masjid.

6. Menyimak Khutbah (Dilarang Berbicara)

Saat khatib sedang berkhutbah, haram hukumnya berbicara, bahkan sekadar menegur teman untuk diam. Rasulullah SAW bersabda: "Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jumat, 'Diamlah, khutbah sedang berlangsung!', maka engkau telah lagha (sia-sia)." (HR. Bukhari).

Baca juga: Khutbah Jumat Lima Kemuliaan Umat Rasulullah di Bulan Ramadan

7. Berdoa di Waktu Mustajab (The Golden Hour)

Ada satu waktu di hari Jumat di mana doa tidak akan tertolak. Ulama berbeda pendapat mengenai waktu spesifiknya, namun dua pendapat terkuat adalah:

  1. Saat imam duduk di antara dua khutbah hingga selesainya shalat.
  2. Ba'da Ashar hingga menjelang terbenamnya matahari (Maghrib).
Penting: Koreksi Mitos Shalat Jumat bagi Perempuan

Masih banyak kesalahpahaman di masyarakat mengenai pelaksanaan shalat Dzuhur bagi perempuan di hari Jumat. Berikut adalah penjelasan berdasarkan Fiqih:

Mitos vs Fakta
  • Mitos: Perempuan harus menunggu shalat Jumat kaum pria selesai baru boleh shalat Dzuhur.
  • Fakta: Perempuan boleh langsung mengerjakan shalat Dzuhur di rumah segera setelah adzan Dzuhur berkumandang. Tidak perlu menunggu jumatan di masjid selesai.

Perempuan tidak dibebani kewajiban shalat Jumat, sehingga kewajiban mereka kembali ke hukum asal, yaitu shalat Dzuhur di awal waktu.

Baca juga: Khutbah Jumat Lima Hal yang Perlu Dilakukan pada Bulan Syaban

Larangan Khusus: Puasa Jumat

Rasulullah SAW melarang umatnya mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa sunah (Ifraad), kecuali jika:

  • Digandeng dengan hari sebelumnya (Kamis) atau sesudahnya (Sabtu).
  • Bertepatan dengan puasa sunah lain (misal: Puasa Daud, Arafah, atau Ayyamul Bidh).

Semoga kita dimudahkan Allah SWT untuk mengamalkan sunah-sunah ini dan meraih keberkahan hari Jumat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nasib Tarif Trump di MA AS, Importir Bisa Tagih Refund US$150 Miliar
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
TNI Kebut Pembangunan 7 Jembatan Bailey dan Armco di Sumbar dan Sumut
• 16 jam laluokezone.com
thumb
BNPB Kirim Puluhan Ton Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar 
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Usai Cerai dari Idham Masse, Catherine Wilson Trauma Menikah?
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Harga Pangan 9 Januari 2026: Cabai Turun, Beras Stabil, Minyak Goreng Masih Naik
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.