Industri Raksasa China Tsingshan Group Kunjungi Rosan, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita
Foto: Indonesia dan Tsingshan Group. (Tangkapan layar instagram)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani belum lama ini menerima kunjungan dari perwakilan Tsingshan Group. Pertemuan tersebut terungkap dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @roesanroeslani.

Menurut Rosan Tsingshan Group dan Indonesia telah menjalin kerja sama jangka panjang, khususnya dalam pengembangan industri berbasis nikel dan program hilirisasi mineral di dalam negeri.

"Indonesia dan Tsingshan Group telah menjalin kerja sama yang panjang di industri berbasis nikel dan hilirisasi tanah air," tulis Rosan dalam unggahan akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (9/1/2026).


Baca: Bos Danantara Ungkap Tambahan Saham Warga Asli Papua di Freeport

Adapun, dalam pertemuan yang berlangsung pada awal pekan tersebut, Rosan berdiskusi dengan Chairman of External Tsingshan, Mr. Xiang Binghe, serta Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Mr. Scott Ya.

"Kami membahas keberlanjutan investasi, pendalaman nilai tambah, serta arah pengembangan kawasan industri, agar semakin selaras dengan visi pembangunan jangka panjang Indonesia," kata dia.

Sebagai gambaran,

Sebagai informasi, Tsingshan Holdings Group adalah perusahaan swasta China yang aktif di industri baja tahan karat dan nikel. Tsingshan Holdings didirikan pada tahun 1988 oleh Xiang Guangda di Wenzhou. Perusahaan ini pindah ke industri nikel Indonesia pada tahun 2009.

Salah satu anak usaha Tsingshan yang ada di Indonesia adalah PT Weda Bay Nickel. Mengutip web resmi Weda Bay Nickel, perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan sebagai pemegang saham sebesar 51,3%, Eramet memiliki saham sebesar 37,8% dan 10% dimiliki oleh PT Antam Tbk.

Selain itu, Tsingshan di Indonesia juga memiliki PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) atau perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan mineral logam dan produksi stainless steel. Perusahaan ini terletak di dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.

ITSS berada di bawah naungan perusahaan dari China, dengan pemegang sahamnya diantara lain adalah Tsingshan Holding Group Company Limited, Tsingtuo Group Co. Ltd., Hanwa Company Limited, Ruipu Technology Group Company Limited.

Adapun, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) juga memiliki sejumlah 10% saham. PT IMIP merupakan satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang menjadi pemegang saham di ITSS.

Selain ITSS, Tsingshan Holding Group di Morowali juga memiliki anak perusahaan lain yang juga bergerak di bidang yang sama. Perusahaan tersebut di antaranya PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS) dan PT Sulawesi Mining Investment (SMI).


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prabowo Panggil Rosan, Bahas Kampung Haji hingga Hunian Bencana

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Doa dan Lilin Warnai Protes atas Tewasnya Renee Nicole Good oleh Agen ICE
• 8 jam laludetik.com
thumb
Net Buy Rp950,23 Miliar, Investor Asing Diam-diam Incar 10 Saham Ini
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenhaj Tetapkan 2 Syarikah dan Hadirkan Menu Nusantara untuk Jemaah Haji 2026| KOMPAS MALAM
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Hukum Internasional Masih Hidup, Tapi...
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ini Jadwal SIM Keliling di Kota Tangerang Hari Ini Sabtu 10 Desember 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.