BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memutuskan memulangkan empat astronaut dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) lebih awal dari jadwal akibat masalah kesehatan yang dialami salah satu awak. Keputusan ini menjadi evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS sejak stasiun tersebut beroperasi secara terus-menerus pada 2000 lalu.
NASA mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis (8/1) kemarin, waktu setempat. Misi yang dipercepat kepulangannya adalah SpaceX Crew-11, yang terdiri dari dua astronaut NASA, Zena Cardman dan Michael Fincke, astronaut Jepang Kimiya Yui, serta kosmonaut Rusia Oleg Platonov dari Roscosmos.
Administrator NASA Jared Isaacman menjelaskan bahwa kepulangan ini bukan merupakan kondisi darurat atau evakuasi mendesak.
“Ini bukan de-orbit darurat, meskipun kami selalu memiliki kemampuan itu dan rutin berlatih untuk skenario tersebut,” ujar Isaacman dikutip dari laman space.com.
Ia menjelaskan bahwa keputusan diambil karena masalah medis. Fasilitas medis di stasiun luar angkasa tidak cukup untuk melakukan diagnosis dan penanganan lanjutan terhadap masalah kesehatan yang dialami salah satu awak tersebut.
“Kemampuan untuk mendiagnosis dan menangani masalah ini dengan tepat tidak tersedia di Stasiun Luar Angkasa,” lanjutnya.
NASA tidak mengungkap identitas astronaut yang terdampak maupun rincian kondisi medisnya, dengan alasan privasi.
Namun, Kepala Bidang Kesehatan dan Medis NASA, Dr. James Polk, memastikan bahwa masalah tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas misi, termasuk rencana kegiatan luar wahana (spacewalk).
“Ini bukan masalah operasional dan bukan cedera akibat aktivitas misi. Ini adalah masalah medis yang muncul dalam kondisi mikrogravitasi, ditambah keterbatasan perangkat diagnosis yang tersedia di orbit,” jelas Polk masih dikutip dari laman yang sama.
Masalah kesehatan itu terungkap pada sehari sebelumnya, yaitu pada Rabu (7/1), ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis terhadap salah satu awak.
Crew-11 diluncurkan menuju stasiun luang angkasa menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon Endeavour pada 1 Agustus 2025 lalu dan dijadwalkan menjalani misi selama enam bulan. Saat ini mereka sudah berada di tahap akhir misi dan telah menyelesaikan hampir seluruh target kerja yang direncanakan.
Dr. Polk juga menyebut bahwa secara statistik, evakuasi medis dari stasiun luar angkasa berpotensi terjadi. Berdasarkan pemodelan, kejadian semacam ini diperkirakan bisa muncul sekitar sekali setiap tiga tahun, meskipun baru kali ini benar-benar terjadi. NASA menegaskan kondisi astronot yang mengalami masalah kesehatan tersebut saat ini stabil dan tidak mengancam nyawa. (Z-1)





