Liputan6.com, Jakarta - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur (Sudin LH Jaktim) menargetkan timbulan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dituntaskan dalam waktu lima hari.
"Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan," ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur Julius Monangta di Jakarta, melansir Antara, Jumat (9/1/2026).
Advertisement
Dia menyebut, langkah itu diambil menyusul meningkatnya volume sampah secara signifikan selama musim buah yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik kawasan pasar tersebut.
"Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif sehingga akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar," ucap Julius.
Menurut dia, penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sejatinya dilakukan setiap hari. Namun, kata Julius, pada periode tertentu, terutama saat musim buah, volume sampah meningkat signifikan dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
"Saat ini, kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari. Sementara pada musim tertentu, timbulan sampah bisa mencapai hingga 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau 'tabungan' sampah sekitar 60 ton setiap harinya," terang dia.
Selain itu, Julius menjelaskan, armada pengangkut sampah diprioritaskan untuk melakukan dua rit pengangkutan per hari menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang agar tumpukan sampah dapat segera terurai.
"Dalam pelaksanaan perbantuan itu, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan," papar Julius.



