Apa Itu Super Flu yang Rentan Menyerang Anak?

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Kasus Super Flu akhir-akhir ini lagi ramai diperbincangkan dan membuat banyak orang tua merasa khawatir, terutama ketika anak mengalami gejala seperti demam, batuk, atau pilek. Penyakit ini di berbagai negara seperti Inggris dan Amerika Serikat telah menyebabkan lonjakan keterisian rumah sakit, dan bahkan kematian.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, hingga saat ini telah ditemukan 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang kerap disebut sebagai Super Flu, dan sekitar 30 persen di antaranya terjadi pada anak-anak. Meski demikian, kondisi ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan.

“Super flu sebenarnya bukan istilah medis resmi. Kondisi ini masih termasuk dalam kelompok influenza musiman yang disebabkan oleh virus influenza,” jelas dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), kepada kumparanMOM, Kamis (8/1).

Apa Saja Gejala Super Flu?

dr. Reza menjelaskan, gejala Super Flu pada anak pada dasarnya mirip dengan influenza pada umumnya. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  1. Demam

  2. Batuk dan pilek

  3. Sakit tenggorokan

  4. Sakit kepala

  5. Mual dan muntah (pada sebagian anak)

  6. Tubuh terasa lemas

  7. Nafsu makan menurun

Lalu, mengapa disebut super flu?

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pola penularannya yang tergolong cepat, Moms. dr. Reza menyebut bahwa satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus influenza ini kepada hingga tiga orang lainnya.

Langkah Pencegahan Super Flu pada Anak

Agar si kecil terhindar dari penularan influenza, orang tua dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut, di antaranya:

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko penularan influenza pada anak dapat ditekan secara signifikan, Moms.

Penanganan Jika Anak Terkena Super Flu

Jangan khawatir! Apabila anak mengalami gejala yang mengarah pada influenza, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat,

“Penanganan yang diberikan umumnya bersifat suportif, seperti memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup, menurunkan demam, serta pemberian obat untuk meredakan gejala,” jelas dr. Reza.

Namun, pada kondisi tertentu, apabila influenza terkonfirmasi melalui pemeriksaan dan sesuai dengan indikasi medis, dokter juga dapat meresepkan antivirus khusus.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasca Banjir Tiga Provinsi, BNPB Bangun 2.500 Huntara
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Peduli Penerangan Dapil, Tujuh Anggota DPRD Bulukumba Usulkan PJU di TA 2025
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Penipuan QR Code Makin Ramai, FBI Turun Tangan Kasih Warning
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
3 Fitur Game Online yang Disukai Pelaku Terorisme dan Radikalisme
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Klasemen Proliga 2026, Sektor Putri: Hajar Yolla Yuliana CS, Bandung BJB Tandamata Geser Juara Bertahan
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.