FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus PSI Ade Armando, turut angkat bicara terkait materi yang ditampilkan komika Pandji Pragiwaksono dalam spesial show bertajuk Men’s Rea.
Armando mengatakan, terdapat kesan kuat bahwa materi tersebut sarat muatan kebencian terhadap Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
“Saya menangkap kesan Panji memang sangat benci pada Gibran dan ingin men-share kebencian itu kepada para fansnya,” ujar Armando dikutip pada Jumat (9/1/2026).
Menurut Armando, pertanyaan mendasar yang muncul justru terkait motif di balik sikap tersebut.
“Pertanyaannya, mengapa? Ini yang sangat mengganggu saya,” timpalnya.
Ia juga menyinggung klaim Pandji yang menyebut ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Mamun, kata dia, pendekatan yang digunakan justru menimbulkan tanda tanya.
“Dia bilang dia ingin agar masyarakat Indonesia tidak. Tapi joke-joke yang dia gunakan justru menunjukkan keterbatasan pengetahuan dia,” tukasnya.
Lebih jauh, Armando menduga ada kemungkinan agenda lain di balik materi yang disampaikan Pandji.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan rekam jejak politik sang komika.
“Tapi bisa jadi memang ada agenda lain di belakang Panji. Kita tentu masih ingat dia adalah tim sukses Anies Baswedan di masa lalu,” terangnya.
Armando kemudian menarik benang merah dengan konstelasi politik ke depan.
Ia menyebut, jika Anies Baswedan kembali maju pada Pilpres 2029 dan popularitas Gibran terus meningkat, maka posisi Gibran masih sangat strategis.
“Jadi kalau Anies diperkirakan akan maju lagi dalam Pilpres 2029 dan saat ini popularitas Gibran semakin meningkat,” Armando menuturkan.
“Sehingga sangat mungkin Gibran juga akan kembali menjadi cawapres Prabowo pada 2029,” tambahnya.
Atas dasar itu, Armando melontarkan pertanyaan yang menurutnya patut dipertimbangkan publik.
“Mungkinkah ejekan Panji ke arah Gibran ini adalah bagian dari propaganda hitam untuk menghabisi Gibran?,” tandasnya.
(Muhsin/fajar)



