Jakarta: Pernah melihat hewan laut yang mirip manatee, bergerak lambat, dan kerap disebut sebagai “duyung”? Hewan tersebut adalah dugong, salah satu mamalia laut herbivora yang kini populasinya terus menurun dan berada dalam ancaman kepunahan.
Dugong (Dugong dugon) merupakan mamalia laut yang hidup di perairan dangkal tropis, termasuk di wilayah perairan Indonesia. Hewan ini menghabiskan sebagian besar waktunya di sekitar padang lamun yang menjadi sumber makanan utama. Karena kebiasaan tersebut, dugong sering dijuluki sebagai “sapi laut”.
Baca Juga :
Sekilas Mirip, Ternyata Berbeda, Ini Ciri Singa Laut dan Anjing Laut-Serius Ini Hewan?Padang lamun memiliki peran penting dalam kehidupan dugong. Selain sebagai sumber makanan, lamun juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut lainnya. Keberadaan dugong membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan cara merangsang pertumbuhan lamun melalui aktivitas makannya.
Namun, kerusakan padang lamun akibat aktivitas manusia seperti reklamasi, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, dan pencemaran laut membuat habitat dugong semakin menyempit. Kondisi ini berdampak langsung pada keberlangsungan hidup mamalia laut tersebut.
Ancaman Serius terhadap Populasi DugongKeberadaan dugong di alam kini semakin mengkhawatirkan. Penurunan populasi terjadi akibat berbagai faktor, antara lain:
-
Kerusakan habitat lamun akibat aktivitas pesisir dan pencemaran laut
-
Tabrakan dengan kapal di perairan dangkal
-
Terjerat alat tangkap nelayan, yang dapat menyebabkan luka serius hingga kematian
Selain itu, dugong memiliki laju reproduksi yang sangat lambat. Dalam satu masa kelahiran, dugong umumnya hanya melahirkan satu anak dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali bereproduksi. Hal ini membuat populasi dugong sulit pulih ketika jumlahnya terus menurun.
Status Perlindungan DugongAkibat berbagai tekanan tersebut, dugong kini masuk dalam daftar satwa laut yang dilindungi dan berstatus terancam punah. Perlindungan dugong tidak hanya bertujuan menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut, khususnya padang lamun yang berperan penting bagi kehidupan biota laut lainnya.
Berbagai lembaga konservasi menegaskan bahwa hilangnya dugong dapat menjadi indikator rusaknya ekosistem laut secara keseluruhan.
Peran Masyarakat dalam Melindungi DugongUpaya perlindungan dugong dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti:
-
Tidak merusak ekosistem laut dan padang lamun
-
Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
-
Mendukung program konservasi laut
-
Melaporkan jika menemukan dugong yang terdampar atau terluka
Baca Juga :
Kepedulian masyarakat menjadi kunci utama agar dugong tetap dapat hidup dan berkembang di perairan Indonesia.
Melindungi dugong berarti menjaga laut tetap lestari. Jika manusia tidak segera peduli dan bertindak, maka risiko kepunahan mamalia laut ini akan semakin nyata.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)



