Liputan6.com, Jakarta - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur (Sudin Tamhut Jaktim) menyiapkan langkah strategis penanganan pohon pada 2026 sebagai upaya pencegahan pohon tumbang di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem.
"Langkah pemangkasan ini tentunya dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem," ujar Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur Dwi Ponangsera di Jakarta, Jumat (9/1/2026), melansir Antara.
Advertisement
Program tersebut, kata dia, menjadi kelanjutan dari penanganan puluhan ribu pohon yang telah dilakukan sepanjang 2025.
Dwi menyebutkan, upaya pencegahan pohon tumbang terus diperkuat melalui pemangkasan, penebangan pohon berisiko, serta pemantauan rutin di seluruh wilayah kecamatan.
"Penanganan pohon akan tetap menjadi prioritas pada 2026, terutama di titik-titik rawan pohon tumbang dan lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi," ucap dia.
Dwi memaparkan, salah satu strategi penanganan pohon pada 2026, yakni mengandalkan laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI, yang dikombinasikan dengan patroli rutin Tim Satuan Tugas (Satgas) Hijau.
"Sepanjang 2025, Sudin Tamhut Jaktim melakukan penanganan terhadap 20.718 pohon di 10 wilayah kecamatan. Semuanya merupakan hasil pemantauan rutin Tim Satgas Hijau yang setiap hari berkeliling melakukan monitoring wilayah," tutur Dwi.
Penanganan pohon itu, sambung dia, juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang.




