Di usia prasekolah hingga awal sekolah, anak berada dalam fase aktif bergerak dan gemar bereksplorasi. Aktivitas seperti berlari, memanjat, dan mencoba tantangan baru merupakan bagian dari perkembangan motorik kasar yang normal.
Kebutuhan gerak ini sering kali tetap muncul meski anak sedang tidak mengikuti aktivitas rutinnya. Seperti yang dilakukan anak pemilik akun Instagram @neetaaap13_.
Beberapa bulan terakhir, sang putri sebenarnya aktif mengikuti kegiatan panjat tebing. Namun, saat libur sekolah dan jeda latihan wall climbing, sang anak tetap menyalurkan kebiasaannya dengan memanjat pintu di rumah. Lantas, mengapa anak begitu gemar mencari tantangan seperti itu?
Alasan Anak Suka Manjat di Berbagai TempatMenurut Dokter Spesialis Anak dr. Aisya Fikritama, SpA, perilaku memanjat merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak.
“Anak suka memanjat karena kebutuhan gerak, eksplorasi, dan penguatan motorik kasar, terutama pada usia prasekolah dan awal sekolah,” jelas dr. Aisya Fikritama, SpA, kepada kumparanMOM, Kamis (8/1).
Aktivitas memanjat membantu anak melatih kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, serta membangun rasa percaya diri. Oleh karena itu, secara perkembangan, perilaku ini tergolong wajar dan tidak selalu perlu dilarang.
Waspada Risiko di Dalam RumahMeski memanjat merupakan kebutuhan alami anak, orang tua tetap perlu waspada. Lingkungan rumah umumnya tidak dirancang sebagai area bermain untuk aktivitas panjat, sehingga risiko cedera dapat lebih tinggi.
Rumah biasanya dipenuhi perabot, sudut keras, dan permukaan yang berbahaya jika anak terjatuh. Karena itu, pengawasan serta pengaturan lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan anak.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:
Risiko jatuh dan cedera kepala
Memastikan area bermain bebas dari benda berbahaya
Menggunakan alas empuk atau matras
Menjauhkan anak dari meja, kursi, lemari, dan sudut tajam
Memasang corner protector pada sudut perabot
Mengunci atau membatasi akses ke area berbahaya seperti jendela, pintu tinggi, dan tangga
Agar kebutuhan gerak anak tetap tersalurkan dengan aman, orang tua dapat menyediakan alternatif alat bermain yang memang dirancang untuk aktivitas memanjat, seperti:
Climbing frame khusus anak
Monkey bar atau pull-up bar anak
Wall climbing board anak
Soft play set atau foam climbing blocks
Dengan alat yang tepat, anak tetap dapat bergerak aktif tanpa harus memanjat struktur rumah yang berisiko.
“Intinya, memanjat itu boleh, tetapi harus dilakukan di tempat yang aman,” pesan dr. Aisya.




